Danlantamal XI Merauke Brigjen TNI (Marinir) bersama  jajarannya dan ibu-ibu Jalasenastri saat melakukan penanaman pohon mangrove di Pantai Lampu Satu Merauke, Jumat (28/5).  ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dalam rangka melindungi pantai dari abrasi laut, terutma di sekitar Lampu Satu Merauke,  Lantamal XI Merauke bersama ibu-ibu Jalasenastri  melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove, Jumat  (28/5), pagi kemarin.

   Danlantamal XI Merauke Brigjen TNI (Mar) Wurjanto, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program dalam pembentukan Kampung Bahari Nusantara. “Kita tahu bahwa Kampung Bahari Nusantara ini  ada 5 cluster di dalamnya yakni pendidikan, kesehatan,  ekonomi, pariwisata dan  pertahanan,’’ kata Danlatamal.

   Dikatakan, menanam mangrove tersebut sebenarnya memiliki banyak tujuan. Pertama, bisa secara ekonomi, kemudian  pariwisata. Sebab, jika  tempatnya bagus maka dapat dipoles atau dijadikan sebagai tempat wisata. “Juga  dari sisi pertahanan.  Dengan menanam mangrove, kita bisa jaga lingkungan dari bahaya abrasi laut,” terangnya. 

  Kemudian  tujuan lainnya adalah sebagai rumah  untuk berkembangbiaknya ikan. Namun  untuk pantai Lampu Satu Merauke  yang cukup landai tersebut, tidak bisa sebagai tempat ikan berkembang. Karena dikalah air surut, pantai menjadi kering.  “Hari ini kita tanam sekitar 1.000 pohon dan kita harapkan ini dapat bekelanjutan,” terangnya.

   Danlantamal Wurjanto juga menjelaskan bahwa Mangrove yang sudah ditanam ini akan dijaga dan dipelihara. Sebab, menurutnya, percuma ditanam kalau  tidak dijaga dan dipelihara. Karena pasti  akan rusak. Apalagi setiap harinya, pantai tersebut menjadi salah atu  tujuan masyarakat Merauke untuk melepas lelah terutama di sore hari.  

  Danlantamal  juga menambahkan bahwa dalam rangka Kampung Bahari Nusantara tersebut, pihaknya akan melakukan operasi bibir sumbing  dalam rangka membantu masyarakat di Merauke. “Rencananya 8 Juni mendatang secara gratis. Kita operasi dan pascah operasi, kita akan rawat  lewat rumah sakit kita Lantamal,” pungkasnya. (ulo/tri)