Persipura Jayapura

Kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa saat mengikuti latihan di salah satu lapangan di Kota Batu Malang, Jawa Timur, Rabu (30/9) pagi kemarin. (FOTO:Instagram Persipura)

JAYAPURA – Meski PSSI kembali memutuskan untuk menunda lanjutan kompetisi Liga 1 selama sebulan kedepan, tidak membuat rutinitas latihan Persipura Jayapura terhenti.

Rabu (30/9) pagi kemarin, pasukan Mutiara Hitam tetap mengikuti latihan yang difokuskan di Kota Batu Malang, Jawa Timur. Persipura akan tetap melakoni latihan sambil menunggu surat balasan dari PSSI mengenai kepastian kompetisi lanjutan kompetisi musim ini.

Pelatih kepala Persipura, Jacksen F. Tiago mengaku, dengan penundaan kompetisi sangat merugikan timnya dalam bentuk kesiapan serta finansial klub. Tapi meski begitu, di sisi lain, pelatih asal Brasil itu juga menilai putusan pemerintah untuk menunda kompetisi saat ini adalah pilihan yang tepat.

“Jelas, program pemain kita akan rubah, intensitas latihan, mungkin latihan tetap sama tapi intensitasnya mungkin kita akan turunkan sedikit, karna intensitas saat ini untuk bertanding,” ungkap Jacksen, Rabu (30/9).

Pelatih berusia 52 tahun itu juga menuturkan jika dirinya sudah memiliki rencana lain yang akan ia terapkan selama kompetisi ditunda sebulan kedepan.

“Saya sudah punya beberapa gambaran yang akan saya sampaikan kepada manajemen, gambaran dari aspek teknis maupun psikologis, tapi yang jelas faktor penentu nanti adalah faktor finansial. Tapi apapun yang ada dalam pikiran saya harus disatukan dengan manajemen,” ujarnya.

“Kita tidak tahu kebijakan seperti apa nantinya, nanti kita akan melihat langkah yang paling tepat, pasti kita akan ambil langkah yang tepat dengan memikirkan banyak hal,” sambungnya.

Jacksen berharap semoga wabah virus Corona segera berlalu. Sebab ia juga mengaku mengaku merindukan kompetisi sepakbola tanah air dengan situasi normal.

“Doakan semoga virus ini cepat selesai dan semoga kita bisa hidup dalam dunia yang lebih sehat lagi, tanpa masker lagi, dan saling bersilahturahmi seperti biasa,” tandasnya. (eri/gin).