Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd (FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Semua sekolah yang ada di Kabupaten Biak Numfor mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK serta perguruan tinggi diliburkan mulai Selasa (17/3) hari ini. Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk meliburkan dua minggu semua sekolah dilakukan menyikapi merebaknya penularan virus corona atau Covid-19 di sejumlah daerah. 

   “Anak-anak perlu diliburkan sebagai langkah antisipasi terhadap penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor. Ini penting menjadi perhatian serius, karena di sejumlah daerah juga telah meliburkan sekolah-sekolah. Jadi sekolah diliburkan selama dua minggu,” kata Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan setelah memimpin rapat dengan Forkopimda dan instansi terkait menyikapi Covid-19 di Guest House, Senin (16/3). 

   Terkait dengan itu, Bupati juga mengeluarkan edaran No. 010/163 tanggal 16 Maret 2020 dengan lima poin. Masing-masing; pertama, mulai dari tanggal 16 – 28 Maret  2020 aktivitas belajar mengajar di setiap sekolah dihentikan, termasuk di perguruan tinggi. 

   Kedua, untuk UNBK dan UNKP tetap dilaksanakan dari tanggal 16 – 19 Maret hingga selesai dan setelah itu sekolah diliburkan. Poin ketiga, tidak boleh melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Poin ke empat, sekolah dan perguruan tinggi memberikan tugas kepada siswa dan mahasiswa yang dikerjakan di rumah. Dan poin kelima, saat sekolah libur tidak diperkenankan melaksanakan perjalanan keluar daerah. 

   “Jadi berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan virus corona, koordinasi dengan semua instansi terkait sudah kami lakukan dan diharapkan masyarakat juga ikut memperhatikan tindakan-tindakan pencegahan,” tandas Bupati. 

  Pemerintah Kabupaten Biak Numfor meminta semua masyarakat supaya tidak panik dan tetap tenang terkait dengan adanya satu pasien suspect (berada dalam pengawasan) karena diduga tertular virus corona atau Covid-19 di RSUD Biak. Masyarakat diminta tetap memperhatikan hal-hal pencegahan dan tidak percaya pada berita-berita yang nantinya dapat membuat masyarakat resah.(itb/tri)