Seorang konsumen saat menggunakan aplikasi QRIS pada kegiatan Pekan QRIS yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua di halaman kantor Gubernur Papua, Sabtu (14/3). ( FOTO: Yohana/Cepos )

Mengenal Aplikasi QRIS yang Diluncurkan Bank Indonesia (Bag-2/Habis)

Meskipun baru diluncurkan, namun banyak warga yang merespon menggunakan aplikasi QRIS. Bagaimana tanggapan warga terkait aplikasi ini ? 

Laporan : Yohama, Jayapura

SOSIALISASI Bank Indonesia terkait aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) melalui Pekan QRIS Nasional yang dilakukan pada Sabtu (14/3) dalam event 10K Color Run 2020 dan berbagai kegiatan lainnya mulai dari senam bersama, hingga pameran berbagai kuliner dari pelaku UMKM di Jayapura mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pelaku usaha. 

Hal ini tentunay memberikan angin segar bagi upaya BI untuk menyuarakan penggunaan QRIS dalam setiap transaksi penjualan yang terjadi pada event tersebut maupun ke depannya.

Lebih dari 30 lapak berpartisipasi dalam event Pekan QRIS Nasional tersebut dan menggunakan QRIS untuk menjual produk mereka. Baik itu minuman dingin, chilok, nasi kuning, kopi, jamu hingga jajanan lainnya masing-masing melayani konsumen hanya menggunakan aplikasi QRIS.

Bagi mereka yang tidak memiliki aplikasi tersebut baik LinkAja, Ovo, Gopay dan sejenisnya, tentunya mengalami kesulitan untuk berbelanja dengan pembayaran uang tunai. Bukan karena uang tunai sudah tidak lagi dipakai di Jayapura hanya saja melalui cara tersebut Bank Indonesia ingin mengajak masyarakat untuk dapat membiasakan diri menggunakan transaksi non tunai melalui uang elektronik.

Dengan demikian lama-kelamaan masyarakat di Papua khususnya di Jayapura semakin terbiasa menggunakan uang elektronik dan terus mengikuti perkembangan teknologi pada era digitalisasi saat ini yang terus berkembang.

Pesan yang dapat ditangkap dari penggunaan uang elektronik ini adalah dengan menggunakan transaksi non tunai masyarakat terhindar dari risiko kehilangan uang tunai. Selain itu, pengembalian uang kecil serta dapat terhindar dari uang palsu dan masih ada manfaat lainnya. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa QRIS memiliki delapan manfaat yang bisa kita rasakan sekaligus.

Dalam kegiatan akhir pekan kemarin, nampak terlihat antusias para UMKM mengajak konsumen dan para pengujung untuk tidak lagi menggunakan uang tunai. Apa lagi setiap kali melakukan pembayaran dengan memanfaatkan QRIS konsumen juga mendapat kupon doorprize yang telah disediakan BI di setiap lapak.

Dimana setiap masyarakat yang belanja senilai Rp 25 ribu bahkan lebih akan mendapatkan kupon doorprize. Semakin banyak belanja semakin banyak kupon yang dikumpulkan. Kesempatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk terus berbelanja menggunakan aplikasi.

 Dari transaksi para pelaku UMKM tersebut banyak yang mengaku bahwa QRIS merupakan aplikasi yang mudah digunakan dan cepat pembayaranya. Hampir setiap lapak UMKM mengaku sangat terbantu dalam penggunaan QRIS. Karena tidak merepotkan mereka dalam bertransaksi khususnya mencari uang kecil untuk pengembalian.

Seperti yang diungkapkan  Owner Sambal Baba Yamin yang telah menggunakan aplikasi QRIS sejak Januari 2019, sejak dirinya mengikuti pameran di Makassar. Menurutnya penggunaan QRIS sangat mudah dan lebih akurat dalam hal bertransaksi.

Bahkan waktu pendaftaran QRIS juga cuma butuh waktu sehari. Pada saat daftar juga tidak repot dan sangat terbantu. 

Melalui kegiatan BI seperti ini dirinya sangat bersyukur. Karena selain membantu para pelaku UMKM dalam hal menjual produk juga dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang  QRIS itu sendiri.

“Menggunakan aplikasi ini sangat gampang sekali, baik konsumen maupun UMKM. Keuntungan bagi kami pada saat terjadi transaksi dana langsung masuk rekening sehingga kami tidak perlu lagi ke bank untuk penyetoran. Selain itu, kami tidak perlu mencari uang kecil untuk pengembalian. Apalagi pada event begini kami pasti repot sekali tapi dengan uang elektronik harga barang sampai pada pecahan Rp 500 rupiah juga tidak perlu mencari kembalian,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (14/3) kemarin.

Lanjutnya, dengan menggunakan aplikasi QRIS tanpa disadari telah menghindari penggunaan uang tunai. Dengan demikian tingkat kriminalitas sudah bisa dikurangi khususnya pencurian uang dan masih banyak keunggulan lainnya yang bisa dirasakan.

“Kami harapkan bukan hanya pelaku UMKM saja yang menggunakan QRIS. Tetapi masyarakat umum juga harus bisa menggunakan aplikasi non tunai agar masyarakat juga dapat merasakan kemudahannya,” terangnya.

Dirinya juga mengharapkan aplikasi QRIS ini tidak hanya digunakan di Indonesia saja tetapi bisa juga digunakan di luar negeri. Karena akan lebih mempermudah parapelaku UMKM dari Indonesia.

Di tempat yang sama, salah seorang konsumen Leonardo Guntur juga mengakui aplikasi QRIS sangat mudah dan lebih gampang diterapkan bagi masyarakat. 

“Semua aplikasi bisa menggunakan QRIS sehingga kita tidak kesulitan dalam menggunakannya. Aplikasi apa saja bisa langsung bertransaksi menggunakan QRIS,” jelasnya.

Diakuinya, untuk layanan QRIS sendiri mulai digunakan pada saat launching QRIS secara nasional, dan karena dirinya merupakan pekerja perbankan sehingga untuk penerapan sosialisasi QRIS sudah dilakukannya sebelum mensosialisasikan ke nasabah.

Penggunaan aplikasi QRIS menurutnya sangat membantu masyarakat maupun UMKM.  ***