dr Aaron Rumainum ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum mengungkapkan bahwa di tengah maraknya informasi soal virus Corona ternyata tak sedikit yang akhirnya ikut panik dan akhirnya mencari  masker kemana-mana. Alhasil selain masker menjadi barang langkah, harganyapun kini naik. Masker yang dulu jarang dipakai orang kini seperti menjadi asesoris yang menjadi keharusan. 

 Padahal menurut dr Aaron Rumainum masyarakat lebih baik melindungi diri dengan memperbaiki daya tahan tubuh atau imun ketimbang sibuk dengan berburu masker. “Ini yang kami pikir sebaiknya dilakukan. Ketimbang membeli masker kenapa tidak membeli suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Itu lebih baik sebab virus ini sulit untuk berkembang dan menjangkit jika daya tahan tubuh baik,” kata Aaron. 

Ia membenarkan bahwa dari hasil survey ternyata pasien  yang terjangkit lebih banyak berusia 40 tahun ke atas ketimbang anak-anak.  Ini tak lepas dari sistem kekebalan tubuh yang memang terjaga. “Jadi percayakan pada sistem kekebalan tubuh. Jangan terlalu percaya masker. Pakai masker tapi tangan jarang dicuci pakai sabun ya sama saja,” bebernya. 

Sementara penggiat sosial Kota Jayapura, Gunawan mengaku sedikit risih dengan sikap orang yang tiba-tiba lebay menggunakan masker. “Masker setahu saya itu untuk orang yang sakit agar tidak menjangkit ke yang lain jadi tidak perlu over akting dengan sikap lebay begitu. Apalagi kami melihat saat ini orang berbondong-bondong memerangi Corona dengan memproteksi diri. Seolah-olah hanya Corona yang ditakuti melebihi takut kepada Tuhan. Kenapa tidak berdoa saja agar dijauhkan dari penyakit ini,” sindir Gunawan. (ade/nat)