Kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa saat dijaga ketat pemain PSIS Semarang dalam laga perdana Shopee Liga 1 2020 di Stadion Klabat Manado 1 Maret lalu. ( FOTO: Erik / Cepos)

*Soal Penundaan, Persipura Belum Terima Surat Resmi

JAYAPURA-Belum adanya izin dari Polri untuk menggelar pertandingan Liga 1, 2 dan 3, dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Rabu (28/10) lalu, Exco PSSI secara aklamasi memutuskan menunda kompetisi hingga awal tahun 2021.

PSSI akan memberikan kewenangan kepada PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 untuk mencari formula, format, dan sistem kompetisi terhadap keputusan PSSI tersebut.

Menanggapi hal itu, pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago masih enggan bersuara. Pelatih asal Brasil itu mengaku masih menunggu putusan dari manajemen.

“Saya masih kurang tahu, manajemen belum menyampaikan apapun,” ungkap Jacksen Tiago kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (30/10).

Senada dengan Jacksen, Asisten manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun juga mengaku belum menerima surat resmi dari PSSI mengenai penundaan kompetisi tersebut. “Belum ada surat resmi terkait hal itu,” ujar mantan wartawan itu.

Sementara itu, gelandang Persipura Jayapura, Thiago Amaral sedikit lega dengan adanya kepastian nasib kompetisi yang selama ini terus mengambang.

“Lebih baik memiliki keputusan daripada menunda liga setiap bulan,” tutup Thiago. 

Sementara itu Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan, pihaknya menyerahkan kepada PT LIB sebagai operator kompetisi untuk menindaklanjuti keputusan tersebut. Mulai formula, format, hingga sistem kompetisi yang bakal diterapkan.

PSSI menggarisbawahi bahwa kompetisi harus bisa dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, pada awal tahun nanti, diperkirakan virus korona belum sirna. 

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan bakal membahas semuanya terkait keberlangsungan kompetisi pekan depan. ’’Teknis pelaksanaan dan sebagainya akan dirapatkan minggu depan,’’ bebernya. 

Termasuk nama liga yang dipakai. Apakah menggunakan Liga 1 2021 atau statusnya lanjutan Liga 1 2020.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan berharap keputusan PSSI sudah final dan tidak ada perubahan lagi. Dengan begitu, dia bisa merancang program bagi Slamet Nurcahyo dkk. Namun, soal format kompetisi, RD pesimistis jika tetap menggunakan format lama. 

’’Otomatis format gak mungkin bisa sama. Karena waktu tidak keburu. Apalagi nanti ada Piala Dunia juga,’’ katanya. 

Menurut RD, idealnya kompetisi tahun depan langsung bertajuk Liga 1 musim 2021. Dengan artian, Liga 1 2020 tidak dilanjutkan. ’’Kalau mau musim baru menurut saya lebih bagus. Kalau mau kompetisi 2020 dimainkan Januari-Februari gak mungkin terkejar dengan format yang sekarang,’’ bebernya. 

Menurut mantan pelatih Persipura dan Persija itu, dengan langsung menggelar kompetisi musim 2021, semua akan lebih enak. Sebab, akan ada break Piala Dunia U-20. ’’Sebelum Piala Dunia hitunglah putaran 1 selesai. Menjelang putaran kedua break Piala Dunia, sambil pemain tetap latihan dan evaluasi terus menyiapkan untuk putaran kedua,’’ imbuh pelatih yang dua kali membawa timnas U-23 ke final SEA Games itu. (eri/nat/JPG)