TERGELINCIR: Kondisi pesawat yang tergelincir di lapangan terbang Bayabiru, Kabupaten Paniai, Kamis (15/10). (F0T0: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Pesawat penerbangan perintis Tariku Aviation, yang mengangkut bahan makanan dari Bandara Douw Aturure, Nabire tergelincir saat mendarat di lapangan terbang (Lapter) Bayabiru, Kabupaten Paniai, Kamis (15/10) sekira pukul 11.00 WIT.

Insiden gagal landing pesawat jenis PAC P-750 dengan nomor registrasi PK-RWR diduga akibat kondisi landasan pacu yang licin. Akibatnya, pesawat tidak dapat dikendalikan dan masuksemak-semak di ujung landasan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tak ada korban jiwa pada insiden tergelincirnya pesawat jenis  PAC P-750 itu.

“Pesawat tergelincir di ujung landasan hingga masuk ke semak-semak. Akibatnya pesawat mengalami kerusakan dan sedang diupayakan untuk ditarik dan diamankan. Tak ada korban dari insiden tersebut, baik kru pesawat maupun penumpang,” ucap Kamal kepada awak media, kemarin.

Pesawat yang diawaki Sriram selaku Pilot dan kopilot Edu, membawa dua orang penumpang yaitu Hj. Tiar dan Nur Wahida. Kedua penumpang menurut Kamal  dalam keadaan sehat dan sama sekali tidak mengalamai luka-luka. “Mereka hanya trauma karena kaget, namun tidak apa-apa,” kata Kamal.

Menurut Kamal, saat insiden terjadi, kondisi cuaca di sekitar lapangan terbang dalam keadaan gerimis. Diduga kuat kondisi cuaca ini menjadi penyebab utama gagalnya pesawat Tariku Air PK-RWR gagal mendarat.

“Akibat kecelakan tersebut, pesawat mengalami kerusakan di bagian mesin usai menabrak semak di ujung landasan. Kru dan penumpang sudah dievakuasi ke Polsubsektor Bayabiru, kasus sudah ditangani oleh Polsubsektor Bayabiru,” jelasnya.

Dikatakan, Lapter Bayabiru yang terletak di Disrik Paniai merupakan satu dari sekian banyak bandara perintis di Papua yang minim fasilitas penunjang keselamatan penerbangan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi insiden kecelakaan pesawat udara di Papua. (fia/nat)