DOA BERSAMA: Sejumlah personel Lanud Silas Papare Jayapura, saat melaksanakan doa bersama di Masjid Lanud Silas Papare Jayapura, Rabu (3/7). ( FOTO : Yewen/Cepos)

Personel Lanud Silas Papua Gelar Doa Bersama

JAYAPURA-Memasuki hari keenam pencarian helikopter Penerbad MI 17 Noreg HA 5138, tim SAR Darat melakukan penyisiran di sekitar kampung-kampung yang ada di lereng pegunungan di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintas, Rabu (3/7).

Selain melakukan penyisiran, tim juga mengumpulkan keterangan dari penduduk kampung. Sementara dua tim SAR Darat lainnya tetap melakukan penyisiran di Distrik Airu dan Lereh, Kabupaten Jayapura.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan,  Rabu (3/7) kemarin sekira pukul 15.00 WIT, proses pencarian baik melalui darat maupun udara belum menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter MI 17 No Reg HA 5138. “Proses pencarian dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIT dan akan dilanjutkan Kamis (4/7),” ucap Aidi.

Dikatakan, proses pencarian kemarin dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIT yang dimulai dalam kondisi hujan di wilayah Sentani, Jayapura. Sementara di wilayah Oksibil dilaporkan cuaca berawan.

“Pencarian melalui udara dilakukan sebanyak satu kali penerbangan pencarian (searching flight) oleh 1 unit helikopter Bell 412 No Reg HA 5185 dengan area pencarian di atas Distrik Okbape,” terangnya. 

Setelah 40 menit melakukan penyisiran dari udara, pilot melaporkan bahwa kondisi cuaca semakin memburuk dan jarak pandang semakin terbatas sehingga diputuskan untuk kembali ke base di Bandara Oksibil. 

Sementtara itu, seratusan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menggelar doa bersama bagi keselamatan 12 orang penumpang helikopter M-17 milik Penerbad TNI AD yang dinyatakan hilang kontak, Jumat (28/6) yang lalu, agar ditemukan dalam keadaan selamat.

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Tri Bowo Budi Santoso mengungkapkan bahwa dirinya bersama ratusan personel Lanud Silas Papare menggelar doa bersama, untuk keselamatan 12 penumpang helikopter M-17 yang dinyatakan hilang kontak di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang, enam hari yang lalu.

“Doa bersama ini diikuti oleh semua personel. Dimana bagi yang beragama Islam melakukan doa bersama di masjid, sedangkan yang beragama Kristen menggelar doa bersama di gedung Serba Guna Lanud Silas Papare Jayapura,”ungkapnya kepada wartawan di Sentani, Rabu (3/7).

Menurut Tri Bowo, doa bersama ini diawali dengan Salat Dhuha dan pembacaan surat Yasin. Sementara personel yang beragama Kristen menyanyi dan menaikkan doa syafaat bersama.

Dia berharap dengan doa bersama ini, para kru dan penumpang helikopter M-17 sebanyak 12 orang bisa ditemukan dalam keadaan selamat. (fia/bet/nat)