Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo secara resmi telah menetapkan 25 anggota Legislatif yang akan duduk di Lembaga DPRD Yalimo dalam sidang Pleno penetapan Caleg dalam pemilihan umum tahun 2019 di Elelim, dimana dari 25 Caleg yang ditetapkan keterwakilan dari 13 parpol peserta pemilu sedangkan 3 parpol tak mendapat porsi perwakilan.

   Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen mengungkapkan  bahwa rapat Pleno penetapan caleg terpilih KPU Yalimo telah menetapkan 25 orang caleg terpilih untuk daerah pemilihan 1 untuk Elelim dan Apalapsili itu 7 orang calon , sedangkan daerah dapil 2 Welarek Benawa ada 9 calon, dan daerah pemeilihan 3 di Distrik Abenaho itu ada 9 orang caleg.

   Setelah penetapan calon yang dilakukan oleh KPU, Lanjut Walianggen, akan dilakukan pengususulan, tetapi proses pengusulan ini bersyarat, yaitu pengusulan dilakukan oleh KPU dan bagi caleg yang telah menyerahkan tanda terima LHKPN. 

  “Kami berharap Caleg yang sudah ditetapkan ini bisa menyampaikan laporan LHKPNnya melalui parpol kepada KPU untuk kami bisa melaporkan itu kepada pemerintah daerah agar bisa dilanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi,”kata Ketua KPU Yalimo

   Keterlibatan caleg yang ditetapkan untuk duduk di DPRD Yalimo, Kata Yehemia, dalam prosesnya itu ada tiga calon yang terpilih dari satu partai politik, dua calon yang terpilih pada  dua partai politik dan sisanya hanya keterwakilan parpol hanya satu –satu orang.

  “Tidak semua parpol mendapat keterwakilan kursi di DPRD Yalimo seperti partai Golkar yang merupakan partai tertua, sementara partai baru ini untuk Partai Perindo dan Partai Berkaya yang tidak kebagian Seat dalam Legislatif,”bebernya (jo/tri) 

Daftar 25 Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Yalimo

Dapil Yalimo 1

1 PKB Niko Mabel   1.519   suara

2 PDIP Lewi Wandik   1.529   suara

3 Garuda Penius Walianggen 1.319 suara  

4 PKS Alexander Walilo, S.Sos 1.435 suara 

5 Hanura Edison Peyon 1.384 suara 

6 Demokrat Amos Heluka 1.555 suara 

7 PBB Marthen Yohame 2.690 suara 

Dapil Yalimo 2

1 Nasdem Edison Yawa 2.022 suara

2 Garuda Fred Peyon 1.731 suara

3 PKS Simon Walilo 1.674 suara

4 PPP Yohanes Walilo 1.614 suara

5 PAN Yason Wabuk 2.541 suara

6 Hanura Markus Walilo 2.334 suara

7 Hanura Esau Loho, S.AP 1.704 suara

8 PKPI Edy Peyon , SH 2.866 suara

9 PKPI Sebulon Meik 2.033 suara

Dapil Yalimo 3

1 PKB Tianus Loho , S.Pd 1.792 suara

2 PKB Dermi Mabel 1.564 suara

3 Gerindra Elia Yare, S.Sos 1.458 suara

4 PDIP Ergen Kepno 1.210 suara

5 Garuda Epas Wandik 1.448 suara

6 PSI Ahim Helakombo 1.565 suara

7 PAN Nahum Mabel 1.735 suara

8 PAN Verry Panus Kossay S.P 1.536 suara

9 Demokrat Nahor Yare. S.IP 2.424 suara

 BIAK-Menyikapi 100 tahun Indonesia (Indonesia Emas) pada tahun 2045 mendatang, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar seminar nasional “menatap 2045 Indonesia yang religius, berkarakter dan berbudaya”, dan berlangsung di Aula Gedung Wanita Biak, Kamis (15/8) kemarin.

  Seminar yang digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini menghadirkan pamateri yang pakar di bidangnya. Mereka adalah  mantan Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Prof. Drs. John A Titaley, Th.D, Koordinator Kopertis XIV Papua dan Papua Barat Dr. Suriel S. Mofu, S. Pd. , M. Ed. , TEFL. , M. Phil (Oxon) dan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd.

  Prof. John Titaley yang juga adalah dosen theologia membawakan materi tentang sosiologi dan Dr. Suriel Mofu dipercayakan membawakan materi tentang SDM termasuk perkembangan dunia pendidikan di Tanah Papua, sedangkan Bupati Herry A Naap membawakan materi tentang gambaran tantangan dan visi misi untuk menghadapi Indonesia Emas tahun 2045 ke depan.    

  Dalam pemaparnnya Bupati Herry Naap mmemberikan gambaran tentang pembangunan intelektualitas lintas generasi selama ini dan kedepan, selain itu juga memberikan gambaran isu kekinian dan perkembangan program-program pemerintah khususnya lagi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

  Dikatakan, bahwa tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun). Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70%, sedangkan 30%-nya merupakan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu bonus demografi atau kutukan demografi.

   “Jadi bonus demografi dapat tercapai jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara pada umumnya dan Kabupaten Biak Numfor tentunya. Sebaliknya, kutukan demografi akan terjadi jika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif ini justru tidak memiliki kualitas yang baik sehingga menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara,” paparnya.

   Lebih jauh Bupati, bahwa untuk menghadapi Indonesia Emas, khususnya di Kabupaten Biak Numfor maka perlu keseriusan bersama dalam melakukan terosan-terobosan berbagai bidang pembangunan. Salah satunya yang dinilai perlu mendapat perhatian serius adalah dengan menyiapkan SDM berkualitas. (itb/tri)