Theresia Mahuze, SH ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE- Setelah terhenti   karena  pandemic Covid-19, kini Komisi  Pemilihan  Umum  Kabupaten Merauke  siap untuk melanjutkan    tahapan  Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada)  serentak  dengan  I protokol  kesehatan.  

  “Pada prinsipnya, kami  sudah siap  untuk melanjutkan  tahapan  Pilkada  yang sempat terhenti  karena masalah pandemi Covid-19  ini dengan  protocol kesehatan,’’ kata   Ketua KPU Kabupaten Merauke  Theresia Mahuze, SH,  ditemui di ruang kerjanya, Jumat  (12/6).  

  Yang  ditunggu  saat ini,  lanjut Theresia Mahuze adalah  PKPU jadwal tahapan Pilkada tersebut.   Saat vidcon (Video Conference)  dengan  KPU Provinsi, lanjut  dia, diinformasikan  bahwa  dalam satu dua  hari   kedepan, PKPU   jadwal  tahapan   Pilkada tersebut akan keluar.  Karena dari draft  rancangan   PKPU  terkait   jadwal tahapan  Pilkada tersebut   akan dilanjutkan  mulai 15 Juni. 

  “Ya, mudah-mudahan  hari ini atau besok   PKPUnya sudah keluar. Jadi kita masih standby,’’ terangnya. 

   Namun demikian, sambung Theresia  Mahuze, pihaknya   sudah mulai melakukan persiapan-persiapan  apabila  PKPU   tahapan tersebut keluar maka pihaknya akan  langsung lanjutkan.     Dikatakan, ada beberapa tahapan  yang akan  dilakukan,   diantaranya mengaktifkan  kembali  badan ad hoc  tingkat bawah  yakni  PPD. ‘’Kami juga akan melakukan   pelantikan  PPS,’’ terangnya. 

   Untuk  pelantikan  PPS  ini bisa dilakukan secara daring. Namun    setelah  dilakukan  pendataan  ternyata dari  20  distrik yang ada, hanya 5 distrik yang    bisa terhubung dengan internet  sehingga  dapat dilakukan   pelantikan secara virtual. Namun untuk  15 distrik, belum   terhubung dengan   internet.  “Ini yang akan kami  rapatkan  nantinya, apakah    kewenangan  ketua  KPU   untuk pelantikan  tersebut dapat  dilimpahkan  kepada ketua  PPD  di 15 distrik  tersebut  untuk melakukan pelantikan  anggota PPS    atau   bagaimana.  Atau kami  sendiri yang akan turun langsung ke  15 distrik itu. Ini yang akan kami   plenokan nanti   dalam rapat,” terangnya.  

   Selain  pelantikan  PPS, juga akan dilakukan perekrutan  Petugas  Pemutakhiran  Data Pemilih (PPDP). Setelah  direkrut kemudian dilantik  untuk  melakukan  pemutakhiran data pemilih.  ‘’Inilah yang akan  kita lakukan setelah PKPU  terkait jadwal  tahapan  keluar,’’   katanya.       

     Jika  PKPU  tentang jadwal tahapan    Pilkada tersebut sudah keluar,  tentu pihaknya akan koordinasikan dengan  gugus tugas Covid-19 yang diketuai   bupati. ‘’Kita juga harus    koordinasi dengan pemda bagaimana sehingga ketika besok tahapan jalan, kegiatan-kegiatan  jalan, kami tetap memperhatikan protocol kesehatan,’’    terangnya. 

   Ia mencontohkan  saat petugas PPDP   melakukan   pemutakhiran data,   dimana petugas   dari rumah ke rumah, sehingga  sudah dipastikan  petugas  tersebut  harus  dilengkapi  dengan pelindung diri  yang   pembiayan untuk pengadaan   APD tersebut  perlu dipikirkan. Karena   dalam anggaran  yang sudah disetujui  pemerintah, tidak   ada alokasi   untuk  pengadaan  APD.    

  “Informasi  kami terima, rencananya   akan ditanggung   pusat. Mudah-mudahan  informasi   itu  benar. Tapi bagaimana  kalau tidak. Ini juga   perlu dibicarakan dengan pemerintah  daerah nanti,” pungkasnya. (ulo/tri)