MERAUKE-Ketua  KPU Kabupaten Merauke   Theresia Mahuze mengungkapkan bahwa pihaknya awalnya menghitung  hanya  ada tambahan 14   TPS dari  465 menjadi  479   TPS, dimana    sebelum  pandemic  Covid-19   jumlah   pemilih di setiap   TPS maksimal 800  orang. Namun di tengah   pandemi  Covid-19   dari  800  pemilih  tersebut  turun menjadi maksimal  500  orang. 

  “Nah, dengan perhitungan  itu  kami melakukan pencermatan dan kami dapatkan  tambahan 14   TPS.   Namun setelah  kami sampaikan  ke  KPU  RI,    kami mendapat instruksi  lagi  karena  ternyata masih bisa mendapat  penambahan lagi. Sehingga kemarin, setelah kita duduk dan melihat    ternyata  dari 14  tersebut   menjadi 24 tambahan  TPS,’’ kata   Theresia Mahuze. 

KPU Merauke  saat  sosialisasi PKPU  Nomor  5 tahun  2020  terkait dengan  jadwal, program  dan  tahapan   Pilkada serentak  2020  dengan memperhatikan  protocol kesehatan di Swiss Belhotel Merauke, Kamis (25/6)   ( FOTO:  Sulo/Cepos)

    Dengan tambahan   24 TPS  tersebut  maka  pada Pilkada  serentak 9 Desember  2020 nanti   jumlahnya menjadi 489   TPS.  Dengan tambahan   jumlah  TPS  ini,  jelas Theresia Mahuze  tentunya   berdampak  pada konsekuensi   tambahan biaya.    Apalagi ada  kenaikan honor   petugas PPD dan PPS.   Namun begitu   lanjut  Theresia Mahuze, dengan  hibah  sebesar  Rp 75 miliar yang  diberikan   oleh Pemerintah  Kabupaten  Merauke   untuk pelaksaan  Pilkada serentak   tersebut tidak  ada lagi  tambahan biaya  dari  Pemkab Merauke. 

   Sebab, untuk calon perseorangan  yang  telah  dialokasikan  anggaran, ternyata untuk Merauke  tersebut  tidak ada lagi. ‘’Kami juga mengurangi   biaya perjalanan  dinas. Karena dengan wabah Covid-19 ini tidak dimungkinkan untuk melakukan tatap muka. Banyak  kegiatan  dilakukan secara daring. Sehingga    misalnya  perjalanan dinas  jumlahnya 15  dikurangi menjadi  10. Sehingga   dengan percermatan  ini, kita   geser  untuk  membiayai   penambahan   24   TPS  dan   kenaikan honor petugas PPD dan PPS  tersebut,’’ katanya. Sehingga    tambah  Theresia Mahuze,  hibah   Rp 75 miliar  yang  diberikan   Pemkab Merauke  cukup  untuk  pelaksanaan  Pilkada serentak di  tengah Covid-19. (ulo/tri)