Tampak pemandangan pusat Kota Jayapura yang semakin pesat pembangunannya. Hari ini Kota Jayapura merayakan HUTnya yang ke-110 tahun. Insert, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.  ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)  Kota  Jayapura ke-110, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengajak masyarakat kota Jayapura untuk mencintai kota Ini dengan menjaga keamanan bersama, kebersihan serta persatuan dan kesatuan antar umat beragama dan suku budaya.

Wali Kota Benhur Tomi Mano mengatakan, di usianya yang sudah lebih satu abad, Kota Jayapura telah mengalami hal – hal luar biasa dengan perubahan pembangunan, dengan kehidupan masyarakat yang heterogen sebagai miniaturnya Indonesia dan tetap terus mengalami perubahan pada era informasi dan teknologi saat ini.

“Kota Jayapura sekarang sudah 110 tahun. Mencapai satu abad lebih dengan masyarakat yang heterogen sebagai miniatur Indonesia. Sebagai wajah Papua bagi Indonesia, dalam kepemimpinan saya, kita terus membuka diri dan terus bekerja sama dengan semua stakeholder, dengan BUMN dan BUMD. Keamanan kita jaga sebagai rumah kita bersama dan ciptakan kota ini aman damai bagi semua orang. Tidak boleh ada perbedaan. Kita semua satu sebagai umat Tuhan, dan terus kita menjaga kesatuan dan persatuan dalam bingkai NKRI,” ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

Wali Kota jayapura dua periode ini berkomitmen terus menjaga kerukunan di ibukota Provinsi Papua ini dengan motto “Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemulian Tuhan”.

Motto ini menurut pria yang memiliki akronim nama BTM, menjadi dasar penyelengaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di kota ini.

“Terwujudnya Kota Beriman yang Maju, Mandiri Sejahtera, Moderen Berbasis Kearifan Lokal, dimana saya telah melakukan tiga fungsi pemerintahan. Yaitu fungsi pelayanan, pengaturan dan pengawasan. Maka jangan ada perbedaan antara kita. Meski ada masyarakat asli tapi kita saling menghargai. Orang asli Port Numbay begitu juga suku lain dari Papua dan nusantara dalam keberagaman kota karena itulah kekuatan kita,” tegasnya.

Dikatakan, sesuai visi dan misi tersebut telah ditetapkan sebagai bentuk komitmen bersama semua jajaran Pemerintah Kota Jayapura dan masyarakat untuk mendatangkan kemakmuran, kedamaian serta kesejahteraan bagi rakyat melalui 5 bidang prioritas. Yaitu, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan tata kelola pemerintahan. 

Bidang-bidang prioritas tersebut diimplementasikan dalam 15 program prioritas pembangunan. Adapun dukungan pembangunan infrastruktur jalan dan Jembatan Hamadi-Holtekamp yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2019, dengan nama Jembatan Youtefa. Jembatan yang menjadi salah satu ikon Papua saat ini telah digunakan oleh masyarakat Kota Jayapura. 

Pembangunan lainnya seperti pembangunan Pasar Regional Youtefa yang dalam persiapan peresmian dan pemindahan, pembangunan rumah sakit tipe C di Koya Barat,  serta pembangunan terminal tipe A dan B yang dalam tahap persiapan peresmian dan operasional.

Pembangunan fisik lainnya yang dilakukan di antaranya pembangunan kuburan Muslim di Waena yang sudah operasional serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata. Meliputi panggung, tribun dan sarana pendukung di area Festival Teluk Humboldt, Pantai Hamadi.

“Pembangunan rumah layak huni  bagi masyarakat asli Papua tahun 2019 sebanyak 35 unit serta pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat 14 unit. Pembangunan jaringan air bersih dan jaringan listrik, terbangunnya jaringan air bersih sepanjang 10.263  meter untuk sambungan rumah sebanyak 1.009. Pembangunan lainnya yaitu infrastruktur kawasan perbatasan. Termasuk penanganan kawasan kumuh di Kota Jayapura yaitu  pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong  sepanjang 4.320 meter persegi. Penyusunan ded ipal komunal pada deliniasi kawasan kumuh RP2KPKP (kotaku) kota sehat,” bebernya. 

Hal lain yang dilakukan yaitu pengendalian tata ruang dan lingkungan, manajemen kebersihan kota tahun 2018 – 2019 yaitu pengadaan sarana dan prasaran penunjang kebersihan sebanyak 95 unit  (arm roll, mesin potong rumput, bak kontaner). Penyusunan Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Komersil Kota Jayapura; penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan. 

Pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Pembangunan sarana pendukung pon 2020 yaitu pembangunan I unit gedung olah raga di Koya Timur yang dalam tahap penyelesaian/finishing dan pembangunan utilitas kota yaitu tahun  2018 – 2019.

Selanjutnya menurut BTM capaian pembangunan dalam 5 bidang prioritas yaitu bidang pendidikan  dimana Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD/MI tahun 2019 sebesar 97,76 mengalami tren kenaikan sebesar 2,26 %. SMP/MTS tahun 2019 sebesar 97,94.

Sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI tahun 2019 sebesar 114,12 mengalami tren kenaikan 1,04 %.  SMP/MTS  tahun 2019 sebesar 110 mengalami tren kenaikan 1,05 %.

Untuk Angka Partisipasi Murni (APM), SD/MI tahun 2019 sebesar 96,12 mengalami tren kenaikan 1,02 %. SMP/MTS tahun 2019 sebesar 80,85 mengalami tren kenaikan sebesar 1,04%.

Sementara Angka Melek Huruf (AMH) usia 15 tahun sampai 60 tahun adalah 99,33% pada tahun 2019. Ini menurut BTM mengalami trend kenaikan sebesar 13%. Kenaikan ini disebabkan secara kontinyu dilakukan program pendataan keaksaraan, tutor melalui kegiatan workshop dan penyediaan taman bacaan di kelurahan/kampung pada 5 distrik di Kota Jayapura.

“Perkembangan tingkat kelulusan tahun 2018-2019 siswa SD/MI dan SMP/MTS sebesar 100%. Rata-rata lama sekolah di tahun 2019 sebesar 11,55 tahun dengan tred kenaikan sebesar 1,02 %.  Harapan lama sekolah naik menjadi 15,46 di tahun 2019, dengan trend kenaikan 1,03%. Program beasiswa pendidikan khusus putra/putri Port Numbay (PKP3N) di PBHCC Boston 3 orang, University Of New Hampshire 1 orang, University Of Massachusets 1 orang, University Delaware USA sebanya 2 orang dan UKSW Salatiga sebanyak 97 orang. 

Sementara Capaian bidang kesehatan meliputi meningkatnya angka harapan hidup tahun 2019 sebesar 70,38 tahun atau mengalami trend kenaikan 1,00%. Menurunnya angka kematian bayi-balita di tahun 2019 sebesar 0,8/1000 kh. Angka kematian ibu melahirkan tahun 2019 sebesar 114/100.000 klh.v. Prevalensi gizi buruk bayi/balita tahun 2019 sebesar 10 atau mengalami tren penurunan 14,1 %. Kelas ibu balita per 13 puskesmas tahun 2018-2019 sebanyak 15 kelas. Puskesmas terakreditasi (PKM) sebanyak 13 Puskesmas. Perbaikan gizi masyarakat dengan cakupan balita yang naik berat badannya pada tahun 2019 sebesar 80%, dengan trend kenaikan 1,07%. Penanganan penyakit menular IMS, HIV-AIDS di tahun 2019 sebesar 42%, dengan trend kenaikan sebesar 1,17%.

“Penanganan penyakit kusta pada tahun 2018-2019 sebesar 100%. Pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah tahun 2018-2019 mencapai 100%. Penempatan dokter spesialis secara bergilir melayani di 13 puskesmas, sebanyak 4  dokter yaitu dokter spesialis obgyn, dokter spesialis kulit & kelamin, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak,” ungkap BTM.

Lajutnya, untuk capaian bidang perekonomian yaitu   tahun 2019  indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Jayapura sebesar 80,16% lebih besar dari IPM Provinsi Papua (60,84%) dan IPM nasional (71,92%). Sementara laju pertumbuhan ekonomi Kota Jayapura tahun 2019 naik sebesar 7,02  dan jumlah penduduk miskin sebesar 33,74 ribu jiwa di tahun 2019, atau dengan tren kenaikan 0,98 %.

“Gini ratio 0,29 % pada tahun 2019. Inflasi Kota Jayapura 5,52 % pada tahun 2019. Tingkat pengangguran 15.022 jiwa atau mengalami trend penurunan sebesar 0,91% di tahun 2019.” bebernya.

Kata BTM, Pemkot Jayapura berkomitmen terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tomi Mano juga membeberkan capaian bidang infrastruktur. Dimana Pemkot Jayapura terus melakukan penataan dan peningkatan infrastruktur perkotaan melalui infrastruktur jalan dan jembatan. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, pengelolaan air minum dan air limbah dan pembangunan perumahan layak huni. Pembangunan turap/ talud/ bronjong, pembangunan drainase dan gorong-gorong, pengawasan dan pengendalian tata ruang, pemasangan LPJU dan infrastruktur kelurahan dan kampung. 

“Sedangkan capaian bidang tata kelola pemerintahan dengan penyelenggaraan keuangan daerah, kami berkomitmen untuk menetapkan sistem anggaran berimbang yang berbasis kinerja. Dimana pengeluaran harus sama dengan penerimaan, sehingga menjamin kapasitas anggaran dan disiplin penggunaan anggaran. Yang akhirnya penilaian BPK RI terhadap pelaksanaan tahun anggaran 2018 – 2019. Pemkot Jayapura optimis mempertahankan predikat opini wajar tanpa pengeualian (WTP),” tegasnya.

Adapun penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban, penyelenggaraan pemerintahan umum dan pelayanan public dengan bidang pemerintahan umum dan pelayanan publik mempunyai cakupan yakni  aplikasi  regristasi  tamu  pimpinan daerah (wali kota dan wakil wali kota) berbasis KTP-el. Pendataan penduduk OAP dan Port Numbay serta pendaftaran pindah datang masyarakat non permanen berbasis android.

Program lainnya nikah  massal, operasi yustisi KTP-el, pelayanan mobile kependudukan & PBB. Juga kerja sama BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan dalam pemanfaatan data.

BTM menyebutkan, 5 distrik juga menyukseskan program GISA, kunjungan daerah lain untuk studi tiru di Disdukcapil, DPMTSP, KPBJ  dan Bapenda.

Ditambahkan, layanan e-BTM pada DPMTSP, wilayah bebas korupsi, penetapan pedoman pengendalian gratifikasi Perwal no.22 /2016, perubahan Perwal tentang LHKPN Perwal No.25 /2016 dan membentuk unit pengendali gratifikasi SK Walikota no.48 /2017  dan yang reakhir penataan lingkungan hidup

 “Ini emua dilakukan guna terwujudnya Kota Beriman (bersih, indah, aman, nyaman) dengan melibatkan berbagai element masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda (Pramuka, KNPI), unsur gerja, BUMN/BUMD, TNI-POLRI, LSM, organisasi pencinta lingkungan, paguyuban serta komponen masyarakat lainnya. Oleh karena itu Kota Jayapura telah menerima 6 kali piala Adipura berturut-turut sampai tahun 2019,” pungkasnya. (oel/nat)