WAMENA-Korban meninggal dunia pasca mengonsumsi minuman keras sejenis CT (Cap Tikus) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya bertambah. Korban Deril Yikwa yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di RSUD Jayawijaya, menyusul rekannya Melky Kogoya. Korban yang sempat sehari dirawat di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Dominggus Rumaropen yang dikonfirmasi mengakui bahwa korban bernama Deril Yikwa yang sempat dirawat di rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
“Kemarin ada satu korban yang meninggal atas nama Melky Kogoya yang jenazahnya ditemukan dalam rumah di Jalan Hom-hom. Rekan korban Deril Jikwa yang semula dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan, pada hari itu juga telah dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya, Jumat (4/9) kemarin.

Rumaropen mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap tempat kedua korban membeli Miras yang dikonumsi hingga akhirnya meregang nyawa.
Dari hasil olah TKP, Rumaropen menyebutkan tidak ditemukan adanya botol bekas Miras lokal CT yang dikonsumsi kedua korban. Dirinya menduga, korban mengonsumsi Miras di tempat lain, lalu kemudian pulang ke rumahnya dan akhirnya salah satu korban atas nama Melky Kogoya ditemukan meninggal dunia.

“Kami masih terus mengusut tempat korban membeli Miras. Memang ada keterangan yang disampaikan korban saat masuk ke RSUD Wamena sebelum meninggal dunia. Namun kita belum tahu di mana tempat mereka membeli miras ini. Kita masih mendalami lagi,” tuturnya.

Menyikapi bahaya dari Miras ini, Polres Jayawijaya menurutnya gencar melakukan razia. Namun semua itu memerlukan dukungan masyarakat untuk memerangi Miras bersama-sama. “Razia Miras yang dilakukan polisi untuk menyelematkan masyarakat. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi warga di Kota Wamena dan sekitarnya untuk tidak mengknsumsi miras lokal yang dibuat dari vermentasi ragi,” pintanya. (jo/nat)