JAYAPURA-Kontak senjata antara TNI-Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker  di Kampung Jalae, Kabupaten Intan Jaya, Senin (26/10) berakhir dengan tewasnya anak buah Sabinus Waker.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tewasnya anak buah Sabinus Waker tersebut sekaligus menepis isu terkait beredarnya berita tentang penembakan seorang Katekis Katholik dan seorang anak di bawah umur mengalami kritis di Kampung Jalae, Kabupaten Intan Jaya.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal

“Yang meninggal anak buah Sabinus bernama Rubinus Tigau. Sementara Hermanus Tipagau masih dalam kondisi hidup dan diamankan oleh Satgas Tindak Nemangkawi,” ucap AM Kamal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, kemarin (26/10).

Kamal menerangkan, tewasnya anak buah Sabinus Waker dimana tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku. Hal ini dikarenakan pelaku melakukan perlawanan dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang.

Adapun anggota KKB yang meninggal  dunia lanjut Kamal, terlibat dalam penembakan tim TGPF. Penembakan terhadap tim yang dipimpin oleh Benny Mamoto 9 Oktober lalu, menyebabkan Bambang Purwoko anggota TGPF dan dua anggota TNI-AD terluka.

“Hasil penyidikan tim membawa petunjuk lokasi persembunyian 50 orang KKB pimpinan Sabinus Waker. Tepat setelah penindakan, beredar narasi penembakan terhadap remaja katekisan,” tutur Kamal.

Menurut Kamal, diksi katekisan digunakan oleh KKB untuk menggiring opini berbasis agama. Padahal, setelah dikonfirmasi pihak keluarga korban penembakan, remaja tersebut telah dengan sukarela bergabung dengan KKB.

“Pada penyerangan tersebut, remaja dipersenjatai mirip seperti strategi perang di Sudan. Dimana kelompok pemberontak akan mengkader  anak di bawah umur dan dipersenjatai untuk dibodohi menjadi tameng hidup saat terjadi penindakan,” paparnya.

Lanjut Kamal, korban sedang dirawat dan diusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya. Sehingga dapat diambil kesaksian utuh atas kekejian KKB pimpinan  Sabinus Waker.

Sementara anak kecil bernama Meinus (6) yang terkena rekoset telah dievakuasi dan telah tiba di Kabupaten Mimika pada pukul 11.24 WIT menggunakan helikopter Polri Bell-412/P-3003 didampingi dua orang keluarga dan dua personel tim kesehatan TNI-Polri dipimpin Ipda dr. Amir.

“Meinus telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Kamal meminta seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum jelas sumbernya. Namun bijaklah dalam bermedia sosial dan bersama-sama menjaga Kamtibmas di tanah Papua agar tetap aman dan kondusif.

Adapun barang bukti yang disita yakni panah dan anak panah, senjata tajam parang, senjata rakitan, dokumen Struktur Organisasi KKB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya, uang tunai Rp. 69 juta dan HP dua unit.

Secara terpisah Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa menyampaikan bahwa identitas KKB yang meninggal dunia sudah diketahui. ”Atas nama Rubinus Tigau,” ungkap dia.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun oleh tim gabungan TNI – Polri, yang bersangkutan sudah satu tahun menjadi bagian KKB.

Rubinus meninggal dunia setelah tim gabungan tersebut memulai operasi sekira pukul 05.30 WIT. Selain melumpuhkan seorang anggota KKB, mereka menangkap dua anggota kelompok itu. Salah satu di antaranya adalah adik Rubinus. Menurut Suriastawa, operasi tersebut berlangsung sekira empat jam.

Usai operasi, jenazah Rubinus langsung dimakamkan. Langkah itu diambil sesuai permintaan pihak keluarga. ”Pihak keluarga mengakui bahwa Rubinus aktif dalam aksi KKB,” jelas Suriastawa. Menurut perwira menengah TNI tiga kembang di pundak itu, penyergapan yang dilaksanakan kemarin adalah tindak lanjut penyerangan KKB kepada TGPF Intan Jaya.

Tim gabungan TNI dan Polri menerima kabar bahwa KKB yang kerap beraksi di Intan Jaya memiliki markas di Kampung Yalai. Mulai Rabu (21/10) pihaknya sudah mengintai sasaran. Hasilnya, tim menemukan satu unit honai yang jadi markas KKB. Honai tersebut dijadikan pos. Dari lokasi tersebut, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti.

Terdiri atas panah berikut anak panah, parang, satu pucuk senjata api rakitan, dokumen organisasi KKB, dua unit telepon genggam, serta uang tunai Rp 62 juta. Seluruh barang bukti tersebut sudah disita. Suriastawa pun mengakui, dalam penyergapan kemarin ada seorang anak mengalami luka akibat rekoset atau pantulan amunisi.

Menurut Suriastawa anak berusia enam tahun itu sudah dibawa ke Timika untuk mendapatkan penanganan medis. ”Mengalami luka di bagian pinggang kiri,” imbuhnya. Berkaitan dengan informasi yang menyatakan bahwa Rubinus adalah tokoh agama, Suriastawa menepisnya. Sebab, petugas memastikan bahwa yang bersangkutan anggota KKB.

Suriastawa mengungkapkan, Rubinus merupakan sasaran yang sudah lama diintai oleh aparat TNI – Polri. ”Berdasar informasi akurat, yang bersangkutan aktif dalam aksi KKB. Hal itu juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain” bebernya. Dia menegaskan, instansinya tidak mungkin dan tidak akan melukai tokoh agama.

Sebaliknya, TNI maupun Polri membutuhkan tokoh agama. ”TNI dan Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat,” kata Suriastawa. Mereka menilai sinergi dengan tokoh-tokoh itu penting agar tugas melayani, melindungi, dan membina masyarakat berjalan dengan baik. ”Justru TNI dan Polri sangat membutuhkan kerja sama para tokoh,” tambahnya. (fia/syn/nat)