Kenius Kogoya.  (FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – KONI melalui Puslatprov Papua terus meminta 37 cabang olahraga yang akan dipersiapkan untuk PON 2020 Papua agar tidak menghentikan program latihan dan tetap menjalankan TC di tempat masing-masing.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya membeberkan alasan mengapa KONI meminta para atlet agar tetap berada di tempat penampungan selama Pandemi Covid-19.

Menurutnya, atlet akan lebih aman bila tetap berada di tempat penampungan dari pada harus dikembalikan ke rumah masing-masing. Menurutnya, bila di tempat penampungan, atlet akan terus dipantau oleh tim medis KONI mau pun Puslatprov.

Berbeda saat kembali ke rumah masing-masing, selain tidak dapat mengontrol aktivitas atlet, program latihan yang sudah dijalankan setahun lebih akan terasa sia-sia bila harus dipulangkan.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh cabang olahraga agar mereka tetap melaksanakan TC di camp masing-masing, walapun ada pengurangan volume latihan. Kami tidak pulangkan atlet ke rumah, karena itu sama saja kita buang waktu percuma, biaya percuma, kami akan tetap bina atlet hingga pelaksanaan,” ungkap Kenius via telepon selulernya, Kamis (16/4).

Kata Kenius, selama Pandemi Covid-19 KONI bersama Puslatprov sangat intens dengan keselamatan atletnya. Kenius mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 bagi atletnya.

“Namun mereka juga harus tetap menjaga kebugaran, mereka menjaga stamina supaya tetap sehat dan kuat dan mereka siap untuk bertanding kapan pun PON dilaksanakan,” ujarnya.

Menanggapi soal penundaan PON hingga tahun 2021, Kenius mengaku bahwa hal itu akan mengganggu program periodesasi atlet mereka, dimana saat ini atlet Papua telah memasuki program latihan khusus dan try out.

“Iya sudah pasti akan berubah, kita tetap menyesuaikan periodesasi latihan yang sudah jalan, tentu pasti ada pengurangan dalam hal volume latihan. Sebenarnya atlet kita sudah masuk dalam tahap khusus, dan bahkan try out. Apabila ditunda, tentu kita harus mengubah periodesasi latihan tanpa mengurangi performa atlet saat ini,” tandasnya. (eri/gin).