PON 2020 Papua

Willem Karetji ERIK / CEPOS

JAYAPURA – Pekan ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua melalui Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pullata) akan melakukan pemutakhiran data atlet dan pelatih Papua yang akan bergabung dalam kontingen Povinsi Papua di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

“Minggu ini kita akan lakukan pemutakhiran data atlet dan pelatih PON Papua. KONI akan memanggil Pengprov (Pengurus Provinsi) Cabang Olahraga (Cabor) yang belum melengkapi data atlet, pelatihnya untuk segera di lengkapi,” ungkap Ketua Bidang Pullata KONI Papua, Willem Karetji kepada awak media di Kantor KONI Papua, Rabu (4/12) siang kemarin.

Dikatakan, pemutakhiran ini dalam rangka menyiapkan sejak dini data-data atlet dan pelatih untuk pendaftaran kontingen Papua di PON nanti. Data yang dibutuhkan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), foto terbaru atlet dan pelatih, serta dokumen lainnya yang menjadi syarat dalam keikusertaan di PON.

“Proses pemutakhiran ini digunakan sebagai bahan penyusunan daftar atlet dan pelatih yang masuk kontingen Papua di PON XX tahun 2020. Pemutakhiran meliputi Cabor seluruh Cabor Bela Diri, Cabor Permainan, Cabor Terukur dan Cabor Akurasi,” ujarnya.

Sesuai dengan jadwal PON XX, maka pertengahan Januari 2020, setiap kontingen provinsi se-Idnonesia sudah harus mengentry data nomor Cabor yang diikuti. Oleh karena itu, pemutakhiran data atlet dan nomor-nomor pertandingan yang diikuti sangat urgen untuk segera dilengkapi

“Dalam rapat akhir tahun KONI Papua diputuskan untuk pemutakhiran dilakukan awal tahun 2020 di bulan Januari namun karena data ini harus lengkap sebelum entry by number, maka kita segera akan berkoordinasi dengan Pengprov untuk melengkapi data-data atlet dan pelatih yang belum lengkap,” katanya.

Karetji menjelaskan hingga kini data yang terinput di SIDO KONI Papua berjumlah 930 atlet dan pelatih. Sedangkan data peserta Character Building dan Achievement Motivation Training (CB-AMT) mencapai 1113 atlet dan pelatih.

“Dari data tersebut nantinya diverifikasi dan kemudian dikomperasi dengan data peserta Character Building untuk menjadi database yang akan dipakai untuk kontingen PON Papua,” jelasnya. (eri/gin).