Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya (FOTO : Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, terus melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) bagi cabang olahraga yang melakukan training center (TC) di Kota Jayapura, guna melihat secara dekat proses latihan dan memantau kondisi para atlet mengahadapi wabah virus Corona atau Covid-19.

Sejauh ini, KONI Papua telah melakukan Sidak kepada 5 cabang olahraga. Diawali dari cabang olahraga Dayung, Tinju, Sepakbola Putri, Softball. Selasa (17/3) sore kemarin, di lapangan menembak Perbakin Papua, giliran cabang olahraga Menembak PON Papua yang kembali disambangi oleh Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, didampingi oleh Humas KONI Papua.

Sidak ini merupakan agenda rutin yang akan dilakukan oleh KONI Papua dalam memantau perkembangan selama menjalani TC dan mendengar kebutuhan masing-masing atlet secara langsung.

“Yang pertama kita harus bersyukur, atlet kita masih aktif berlatih meski dalam problem isu virus Corona atau Covid-19. Kami terapkan bagaimana atlet kita tetap hidup sehat dengan stamina yang baik, dan melakukan TC di tempat TC nya masing-masing, dan tidak bergerak atau bergaul secara bebas keluar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang tidak kita inginkan terjadi pada atlet,” ungkap Sekum KONI Papua kepada awak media saat ditemui di sela-sela sidak.

Kenius juga menuturkan, bahwa tanah Papua merupakan tanah yang diberkati oleh Tuhan. Sehingga ia mengajak bagi semua atlet agar lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta dan tidak terlalu panik dengan virus mematikan tersebut.

“Jangan kita membesar-besarkan situasi yang ada kemudian melupakan Tuhan, kita harus yakini bahwa negeri ini adalah negeri yang diberkati Tuhan, kita serahkan semua proses ini kepada Tuhan. Dan semua orang yang percaya kepada Tuhan kita berdoa agar mendapatkan perlindungan dari Tuhan yang maha Kuasa, agar virus ini segera berlalu,” ujarnya.

Soal prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan mulai digulir pada bulan Oktober mendatang, Kenius berharap atlet Menembak Papua dapat mengukir prestasi terbaik pada even olahraga empat tahunan tersebut. Apalagi menurut Kenius, persiapan cabang Cabor Menembak menjalani TC cukup panjang, sehingga ia optimis Cabor Menembak bisa memberikan prestasi gemilang bagi tuan rumah Papua.

“Harapan kita ya Menembak sudah pasti sudah harus memperoleh medali, kalau bisa lebih dari satu dengan atlet yang jumlahnya cukup,  ditambah dengan waktu TC kita yang panjang, dan juga dengan peralatan yang kita sedang lengkapi, semoga dalamnya akhir bulan ini atau awal April sudah bisa kita lengkapi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perbakin Papua, Sopodoyo menjelaskan, bahwa menghadapi penyebaran virus corona, pihaknya benar-benar memperketat pengawasan aktivitas para atletnya.

“Kondisi atlet dalam kondisi fit, sesuai kelas yang diprogramkan oleh pelatih. Meski kita sedang menghadapi kasus virus Corona tapi kami atlet tetap latihan. Kami dari pengurus tidak henti-hentinya mengingatkan social distance dikurangi, tidak berpergian jika tidak perlu, jaga kerbersihan, bahkan selesai latihan atlet harus cuci tangan untuk mengurangi resiko,” ujarnya.

Sementara untuk kesiapan atletnya jelang PON, Sopoyono menegaskan jika atletnya saat ini sudah sangat siap. Ia membeberkan jika Perbakin Papua telah menyiapkan atlet di masing-masing nomor yang akan dipertandingkan.

“Untuk atlet kita semua ada 37 untuk beberapa nomor yang akan kita ikuti nanti, kita berupaya semua atlet yang kita siapkan akan turun disemua nomor yang dipertandingkan. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Papua,” tegasnya.

Sementara itu, asisten pelatih Menembak PON Papua, Hadi Sucipto berharap, KONI Papua benar-benar memenuhi kebutuhan perlengkapan latihan atletnya.  “Kami butuhkan peralatan latihan seperti penambahan amunisi dan pucuk senjata. Karena hampir yang kami pakai latihan ini dari pengprov yang sediakan. Serta perlengkapan latihan seperti sepatu dan jaket,” tandasnya. 

Disela-sela Sidak, Sekum KONI atas nama Ketua Umum KONI Papua, Lukas Enembe, menyerahkan dana ucapan syukur sebesar Rp 20 juta dan biaya operasional pelatih dan atlet Rp 30 juta. (eri/gin).