Wali Kota Jayapura Dr. Drs.Benhur Tomi Mano, MM bersama Panitia (Seksi Publikasi dan Dokumentasi) Konferensi AIDS Internasional Jayapura. Wali Kota  memberikan dukungan penuh untuk suksesnya pelaksanaan Konferensi AIDS Internasional di Jayapura yang akan digelar 3 juli-3 Agustus 2019 mendatang. ( FOTO : Panitia JIAC for Cepos)

JAYAPURA-Dalam rangka mensukseskan event konferensi AIDS international di Kota Jayapura, Maka, Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM., minta kepada panitia kegiatan dan KPA kota Jayapura, untuk terus mempersiapkan segala apa yang dibutuhkan, dalam mematangkan persiapan konferensi.

Orang nomor satu di Pemkot Jayapura ini juga mengakui,  dalam konferensi AIDS international di Kota Jayapura, akan menghadirkan nara sumber dari beberapa negara yakni ada dari Negara Thailand, Negara Australia Sidney, Zimbabwe Negara bagian dari Afrika Selatan, termaduk Indonesia.

  “Saya telah mengikuti konferensi AIDS international di beberapa negara yang dihadiri berbagai negara di dunia. Sehingga, saya mempunyai komitmen, bahwa di Kota Jayapura, saat ini masih cukup banyak kasus HIV-AIDS, maka komitmen saya tahun 2030 angka HIV- AIDS harus Zero di Kota Jayapura. Dengan adanya konferensi AIDS international di Kota Jayapura, dengan melibatkan narasumber dari berbagai negara, saya berharap bisa menjadi pemacu dan pemicu untuk meminimalisir HIV-AIDS di Papua khususnya Kota Jayapura,”ungkapnya, Rabu(26/6) kemarin.

Sementara itu,  Ketua KPA Kota Jayapura, yang juga Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru,MM., mengatakan, konferensi international HIV -AIDS di Kota Jayapura, ditargetkan bisa dihadiri sekira 2000 peserta, yang akan dilaksanakan di GOR Waringin Kotaraja, dalam konferensi ini pihaknya juga akan mengundang  UNICEF, Pakar WHO, termasuk lintas wilayah daerah yang sudah  berprestasi menyelesaikan masalah HIV AIDS di daerahnya, serta mengundang akademisi, LSM tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, sekolah, termasuk ODHA.

Tujuan dari konferensi ini adalah untuk bagaimana bisa membumikan HIV AIDS, agar semua orang berani memeriksakan diri, dalam rangka mencapai eliminasi pencegahan HIV AIDS tahun 2030 tidak ada penularan, infeksi, kematian dan tidak ada intimidasi bagi ODHA.

Diharapkan peran serta dari BUMN BUMD, pelaku usaha, awak media,dalam mensukseskan kegiatan ini. Apalagi dana yang dibutuhkan tidak sedikit sekira 2,3 miliar. Dengan demikian acara harus sukses lancar aman nyaman dan panitia tidak meninggalkan hutang.(dil/wen)