JAYAPURA-Sebanyak 50-an unit rumah warga di APO (American Post Office) Kali, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, ludes terbakar, Kamis (26/11) kemarin sekira pukul 12.00 WIT.

Kebakaran yang terjadi di RT 01 RW 04 dan RT 04 RW 04 ini diduga akibat kebocoran gas di rumah salah seorang warga yang sedang memasak. Kebocoran tersebut diduga terjadi saat pemilik rumah berinisial Z meminta tolong kepada saksi F untuk memasang selang tabung gas. 

Pada saat memasang katup selang tabung gas elpiji, diduga terjadi kebocoran gas. Naasnya saat bersamaan kompor hock dalam keadaan menyala berdekatan dengan tabung gas sehingga uap gas yang berada pada tabung gas keluar mengenai api di kompor hock sehingga terjadi ledakan.

Seorang warga bernama Tori menjelaskan bahwa dirinya mendengar sumber api berasal dari kompor yang meledak dari salah satu rumah warga. Api kemudian membesar dan menjalar ke rumah lainnya.

Sejumlah anggota TNI ikut membantu memadamkan api dengan menaiki atap rumah warga. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

“Katanya dari kompor meledak. Terus api begitu besar, langsung tidak ada yang bisa diselamatkan. Itu yang saya tahu,” jelas Tori kepada Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran, Kamis (26/11) kemarin.

Tori sendiri menjadi korban dari keganasan api yang membakar wilayah tersebut. Dirinya bahkan tidak sempat menyelamatkan harta benda di rumahnya, sebelum api menjalar ke kediamannya. Tori mengaku yang tersisa darinya hanyalah pakaian yang dikenakannya itu.

“Saya juga terkena dampak dan ini tinggal baju yang dipakai saja. Semua alat-alat kerja di rumah,” tambahnya.

Secara terpisah Kapolsek Jayapura Utara Iptu Handry Bawilling mengatakan, dari keterangan yang diambil dari saksi berinisial F, api muncul dari dalam dapur milik Z dikarenakan terjadi kebocoran gas pada saat sedang memasak. “Kebakaran ini sedang didalami, kasusnya ditangani Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota,” ucap Handry Bawiling.

Dikatakan, lokasi kejadian kebakaran yang sempit menyebabkan proses pemadaman api menjadi lambat. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman api.

“Kebakaran sering terjadi di wilayah Kota Jayapura. Api cepat merembet karena jarak rumah yang berdekatan,” tuturnya. 

Untuk pendataan jumlah rumah beserta jumlah KK akan dilakukan pada Jumat (27/11) hari ini. Hal ini dikarenakan situasi lokasi masih belum dapat dijangkau. 

Kapolsek menerangkan, kejadian bermula Z yang meminta tolong kepada F untuk memasang selang tabung gas. Pada saat memasang katup selang tabung gas elpiji terjadi kebocoran gas, saat bersamaan kompor hock dalam keadaan menyala berdekatan dengan tabung gas sehingga uap gas yang berada pada tabung gas keluar mengenai api di kompor hock sehingga terjadi ledakan.

“Pada saat terjadi ledakan, api dengan cepat membakar dapur kemudian pemilik rumah keluar dan memberitahukan kepada warga lainnya ada kebakaran. Warga yang mengetahui adanya kasus kebakaran tersebut berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api semakin membesar hingga merembet ke rumah warga sekitar,” beber Kapolsek.

Tak lama kemudian, satu  unit Mobil AWC (Armor Water Canon) Satuan Samapta  Polresta Jayapura Kota yang dipimpin Kasat samapta Resta Jayapura Kota AKP Septinus  tiba di TKP dan melakukan pemadaman api. Berselang beberapa menit, dua unit AWC Direktorat Samapta Polda Papua yang dipimpin Danton Dalmas Fit Samapta Polda Papua Bripka Didit  bersma 3 unit Mobil Damkar milik Pemkot Jayapura tiba di TKP dan melakukan pemadaman api.

“Wakapolresta Jayapura Kota AKBP Supraptono bersama Kabag Ops tiba di TKP dan membantu proses pemadaman. Api berhasil dipadamkan pukul 16:00 WIT,” tutupnya.

Di tempat yang sama  Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura, Margareta Kirana, mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh armada pemadam kebakaran langsung ke lokasi kebakaran.

 “Kami turunkan semua armada dari semua pos di Kota Jayapura, yakni 7 armada yang kami miliki yaitu 5 mobil penyemprot dan selebihnya adalah mobil suplai air. Kami dibantu teman-teman dengan mobil water-canon dari Kepolisian dan Diklat Penerbangan, serta PDAM Jayapura unutk proses penyaluran air,” ungkap Margareta Kirana.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran, pemukiman tersebut memang padat penduduk. Dimana akses jalan masuk yang sempit, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di pinggir jalan, serta warga yang ingin melihat terjadinya kebakaran. 

Akibatnya meskipun mobil pemadam kebakaran bisa menjangkau lokasi kejadian, namun akses jalan yang sempit menyebabkan mobilisasi mobil Damkar menjadi sulit. 

 “Kami sayangkan, lokasi agak sulit untuk dijangkau, sehingga sekalipun banyak armada yang masuk, tapi mobilisasinya agak sulit,” terangnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Margareta mengatakan setelah dilakukan pengecekan, diduga sumber api berasal dari salah satu rumah warga.

“Kemungkinan besar human error yang menjadi penyebab. Tapi itu dugaan sementara. Untuk informasi lebih jelas, akan dilakukan penyelidikan oleh pihak Kepolisian,” pungkasnya. 

Adapun data yang dihimpun Dinas Sosial Kota Jayapura ada  sebanyak 50 unit rumah yang terbakar. Dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos di RT 01 sebanyak 45 unit rumah dan RT 04 sebanyak 5 unit  rumah. Dengan jumlah korban yang terkena musibah kebakaran lebih 500 orang dengan jumlah 150 KK untuk data sementara.

    Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, H. Irawadi mengungkapkan, kini  korban musibah kebakaran ditampung di lapangan tenis depan Masjid Kuba APO Kali. Irawadi menyebutkan tim Dinsos sudah berada di TKP untuk memberikan pertolongan dan penanganan bagi korban musibaha kebakaran. Termasuk warga yang terjebak pada saat terjadi kebakaran dan lari ke bukit kini juga sudah dibantu dievakuasi.

Sementara warga yang panik sehingga kesehatannya drop juga diberikan pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura.

Irawadi mengakui, musibah kebakaran  ini terjadi begitu cepat, karena pemukiman berada di daerah padat penduduk dan rumah ada yang masih kayu. Kondisi ini membuat api begitu cepat menjalar ke mana-mana. Namun dengan dibantu mobil AWC milik Polda Papua dan Polresta Jayapura yang mendukung Damkar Kota Jayapura dan suplay air dari mobil tangki air, api bisa dijinakkan.

Sememtara itu, Plt. Kasatpol PP kota Jayapura Kompol Muhsin N mengakui, perlu kerja keras untuk memadamkan api. Karena lokasi kebakaran merupakan pemukiman padat penduduk dan jalan masuk ke lokasi kebakaran sangat sempit. Akibatnya kendaraan  hanya berada di jalan  dan penyemprotan dilakukan dari atas.

“Ada mobil Damkar 6 unit, dibantu mobil AWC polisi 3 unit dan suplai air mobil PDAM 2 unit serta dibantu mobil tangki milik warga sekira 15 unit. Api cepat menjadi besar dan menjalar  akibat banyak barang yang mudah terbakar. Untuk penyelidikan musibah kebakaran ini akan ditangani langsung aparat kepolisian,” tambahnya. (gr/fia/dil/nat)