Tim Basarnas Merauke saat akan diberangkatkan untuk melakukan  pencarian terhadap dua KMN Pelita Makmur yang masih dinyatakan hilang, Kamis (27/8) ( foto: Humas Basarnas Merauke for Cepos)

– Dua Awak Kapal Dinyatakan Hilang

MERAUKE – Sebuah kapal motor nelayan dinyatakan tenggelam di sekitar perairan Torasi pada Rabu (26/8) sekira pukul 20.00 WIT. Adalah KMN Pelita Makmur dengan 6 awak kapal, namun 2 diantaranya masih dinyatakan hilang. Sementara 4 berhasil diselamatkan. 

Melalui siaran pers yang diterima media ini dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menyebutkan   bahwa perihal kecelakaan kapal ini pertama kali dilaporkan oleh Edi, Pasie Ops Satrol Lantamal XI Merauke ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Kamis (27/8)  sekira pukul 12.30 WIT.

 Dalam laporan yang juga disertai laporan tertulis itu, Ia menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan kapal yang mengakibatkan tenggelamnya KMN. Pelita Makmur pada malam hari tanggal 26 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 WIT. Lokasi kejadian kecelakaan adalah di perairan Torasi atau tepatnya di koordinat 09⁰23’10’’ S – 140⁰50’40’’ E. Berjarak tempuh 73.6 NM atau sekitar  137 Km dari dermaga Dinas Perikanan Merauke ke arah tenggara. Anak buah kapal berjumlah 6 orang terdiri dari Nahkoda bernama Anis , Manto, Banai, Poli, Tompo dan Marcel.

Pada pukul 12.18 WIT, berhasil ditemukan 4 korban dalam kondisi selamat atas nama Banai, Anis, Tompo, dan Marsel oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan langsung di evakuasi ke Pos Angkatan Laut Torasi. Dengan demikian masih ada 2 korban lagi yang masih dalam pencarian.

Pada pukul 12.50 WIT, kantor Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) Merauke memberangkatkan 1 tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan diperkirakan akan tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.30 WIT malam. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR kali ini terdiri dari Lantamal XI Merauke (Pos Torasi dan Satrol), Polair Polres Merauke, Koramil Kondo, Bakamla Merauke, Merauke Rescue Squad (MRS) serta nelayan dan masyarakat sekitar Torasi.

“Pencarian akan kami lakukan di sekitar lokasi kejadian dengan memanfaatkan peralatan dan pengerahan tim gabungan yang ada. Mengingat kondisi cuaca berdasarkan data dari BMKG dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter, maka saya berpesan pada tim di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan, ” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, S.E selaku SAR Mission Coordinator. (ulo/gin)