*Satu Warga Sipil juga Tewas Dibacok

JAYAPURA- Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di wilayah Kabupaten Intan Jaya kembali berulah, Kamis (17/9). Satu orang anggota TNI bernama Serka Sahlan dan warga sipil bernama Badawi (49) dilaporkan meninggal dunia.

Badawi yang diketahui sebagai tukang ojek dibacok menggunakan parang hingga lengan kirinya putus. Karena pendarahan hebat, korban meninggal dunia di lokasi kejadian tepatnya di belakang SD YPPK Santo Mikael, Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Selang beberapa jam kemudian, KKSB kembali menghadang Babinsa yang sedang dalam perjalanan membawa logistik. Babinsa Serka Sahlan gugur akibat luka tembak. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Bilogai oleh rekan-rekan Babinsa Ramil Persiapan Hitadipa.

Kapen Kogabwilhan III, Kol CzI IGN Suriastawa mengatakan, aksi kekejaman KKSB di wilayah Intan Jaya akhir-akhir ini meningkat dan menyasar ke masyarakat sipil.

“Kejadian ini sangat disayangkan, karena masyarakat sipil kembali menjadi korban. Disayangkan juga, setelah melancarkan aksi keji, justru mereka menyebarkan fitnah melalui akun medsosnya dengan mengatakan bahwa korban adalah anggota TNI-Polri yang menyamar jadi tukang ojek,” ucap  Suriastawa dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos.

Suriastawa berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap KKSB yang sering melancarkan aksi teror.

Sebelumnya, terjadi aksi penembakan terhadap dua tukang ojek di daerah tersebut, Senin (14/9) lalu. Dimana saat ini dua tukang ojek tersebut masih dirawat di RSUD Timika dan RSMM Timika.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, saat ini anggota di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Situasi pasca kejadian aman dan Kondusif,” ucap Kamal.

Kamal menyebutkan, terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban Badawi meninggal dunia di belakang SD YPPK Santo Misael, Kampung Bilogai Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

 Mendapat informasi tersebut, anggota gabungan TNI-Polri langsung mendatangi TKP guna mengevakuasi korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami beberapa luka akibat benda tajam yang membuat tangan korban sebelah kiri putus,” pungkasnya. (fia/nat)