MENYEBERANG JEMBATAN: Seorang Mama-mama bersama anak saat melintas di jembatan kayu di Kampung Banti, Kabupaten Mimika, beberapa waktu yang lalu. Polda Papua menyebut beberapa titik di Tembagapura masih ditempati KKB. ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kepolisian Daerah Papua mendeteksi pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih berada di sejumlah titik di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Meskipun demikian, situasi di Tembagapura secara umum dinyatakan telah kondusif dan tidak ada lagi kontak tembak.

“Mereka (KKB-red) masih berada di beberapa titik di Tembagapura, Kabupaten Mimika. Mereka inikan sistemnya habis melakukan gangguan penembakan terus kabur lagi,” ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, Jumat (13/3).

Menurut Kamal, wilayah Tembagapura saat ini kondusif pasca beberapa kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. Sementara 1.572 jiwa yang diungsikan dari empat kampung di Tembagapura sudah berada di rumah keluarganya masing-masing yang berada di Timika.

“Rekan-rekan kami di lapangan masih melakukan pencarian terhadap para pelaku yang melakukan kekerasan di Tembagapura. Termasuk pelaku yang melakukan penembakan terhadap anggota kami pada 28 Februari lalu,”  tutur Kamal.

Dirinya mengimbau masyarakat yang memiliki senjata api untuk segera  menyerahkan senjata tersebut kepada aparat keamanan. Karena apa yang dia miliki adalah barang ilegal. Dengan begitu, tidak ada  kekerasan yang dengan menggunakn senjata api.

“Dengan begitu masyarakat dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman  di wilayahnya masing-masing,” ucap Kamal.

Adapun patroli rutin terus dilakukan anggota di lapangan. Baik pengamanan  Freeport maupun di luar wilayah Freeport.

Disinggung terkait tudingan bahwa warga yang diungsikan agar aparat lebih leluasa melakukan operasi, Kamal menyebut itu hanyalah sebuah opini yang diciptakan kelompok tertentu.

“Mereka sengaja membuat opini  kepada seluruh masyarakat. Tapi kalau yang bersangkutan tidak menggunakan senjata dan tidak membahayakan orang lain itu tidak jadi masalah. Inikan beberapa kali terjadi kontak tembak dan korbannya adalah masyarakat itu sendiri. Bahkan masyarakat kerap dijadikan sebagai tameng mereka,” papar Kamal.

Terkait dengan kapan para pengungsi kembali ke kampung mereka yang ada di Tembagapura, Kamal menyampaikan sesegara mungkin warga dikembalikan ke kampungnya di Tembagapura, jika masyarakat menginginkan untuk kembali.

“Kita akan fasilitasi masyarakat jika nantinya mau kembali ke kampung mereka di Tembagapura,” pungkasnya. (fia/nat)