Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono ( FOTO: Elfira/Cepos)

Aparat Keamanan Buka Diri Dialog dengan KKB

JAKARTA, Jawa Pos – Tidak hanya mengirim pasukan dari luar Papua, Mabes TNI menyiapkan prajurit yang sudah berada di daerah tersebut untuk melaksanakan tugas di daerah-daerah rawan. Salah satunya Batalyon Infanteri Raider Khusus 751/Vira Jaya Sakti. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono memastikan mereka dalam keadaan siap untuk dikirim ke daerah operasi.

Yonif khusus itu bakal bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan atau Satgas Pamrahwan. Yogo sudah memeriksa kesiapan pasukan tersebut sebelum berangkat ke medan tugas. Kepada seluruh jajarannya, diia meminta agar mereka selalu waspada serta siap setiap waktu. “Harus selalu siap dan waspada serta jangan lengah dalam setiap melaksanakan penugasan,” jelasnya.

Jenderal bintang dua TNI AD itu pun tidak lupa mengingatkan para prajurit tersebut melaksanakan pedoman buddy system. “Minimal empat sampai dengan enam orang dalam setiap kegiatan,” kata dia. Itu penting lantaran mereka ditempatkan di daerah-daerah rawan dengan pelbagai potensi ancaman. Yogo juga menekankan, tugas para prajurit tersebut bukan melulu berkaitan dengan keamanan. Melainkan juga pembinaan terhadap masayarakat.

Untuk itu, Yogo meminta, para prajurit tersebut selalu mengedepankan komunikasi. “Semua itu pada intinya adalah pembinaan masyarakat dengan baik,” jelasnya. Tidak lupa, dia meminta seluruh jajarannya selalu mempedomani disiplin tempur serta menjaga kesehatan dan keselamatan. “Sehingga kalian berangkat dan kembali penugasan dalam keadaan lengkap dan selamat,” tambahnya.

Sementara Polri kembali melakukan memberikan sinyal soft approach terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB). Salah satunya, dengan dialog untuk menemukan titik temu dengan KKB. Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, Polri memberikan ajakan terhadap KKB untuk menempuh dialog. Misalnya, KKB mau untuk turun gunung. ”Misal mau membangun Papua bersama, tidak masalah,” ujarnya.

Saat ini TNI dan Polri berupaya untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat. Khususnya terkait upaya untuk meningkatkan kualitas hidup. ”Ada Binmas Noken, Teritorial TNI AD, dan dari kepolisian kita bersama mengedukasi bagaimana bercocok tanam dan beternak,” paparnya. Dengan itu, berbagai keterampilan bisa dimiliki oleg masyarakat Papua. Polri juga mengajak Pemda dan tokoh adat untuk membangun daerahnya. ”untuk teman-teman yang masih di gunung kita ajak semua,” terangnya kemarin.

Menurutnya, salah satu langkah Polri adalah berdialog dengan kepala daerah yang wilayahnya rawan KKB. Untuk mengetahui permasalahan, keinginan masyarakat, terutama KKB itu apa yang diinginkan. ”Ada masukan dari bupati, kita TNI dan Polri menampungnya. Lalu, disampaikan ke presiden, siapa tau nanti teman-teman di gunung mau turun dan membangun Papua menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menjelaskan, TPNPB-OPM hanya menginginkan perundingan yang di tengahi oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). ”Tidak ada yang lainnya,” ujarnya. Selanjutnya, operasi militer di Papua juga harus dihentikan dengan pasukan ditarik dari pulau cendrawasih. Menurutnya, kedua persyaratan itu yang harus dipenuhi untuk bisa menghentikan peperangan ini. ”Itu yang harus dilakukan Presiden Jokowi,” jelasnya. (idr/syn)