DRIVE THRU: Wali Kota Benhur Tomi Mano didampingi Kadinkes Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari saat menyaksikan pelayanan swab antigen dengan pelayanan drive thru di RS Provita. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM mengakui kesadaran warga untuk melakukan test mandiri melalui swab antigen masih belum maksimal. Karena masyarakat biasanya mau melakukan swab antigen, jika hanya ada keperluan bepergian, untuk surat pengantar kesehatan dan pada waktu dicek saat sedang sakit. 

  Wawali mengakui sejatinya test mandiri swab antigen ini sangat penting untuk mengetahui yang bersangkutan terinfeksi virus corona atau tidak, namun karena kesadaran masyarakat belum ada dan melakukan test mandiri swab antigen membutuhkan biaya yang cukup besar, tentu ini jadi pertimbangan masyarakat juga.

  “Kalau ada yang mau dilakukan test mandiri swab antigen, itu hanya orang yang ada keperluan saja dan saat sedang kondisi sakit untuk menentukan dia terinfeksi virus Corona atau tidak, namun selain itu jarang, apalagi swab antigen juga tidak murah tentu masyarakat masih pikir-pikir,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (29/1)kemarin.

   Diakui, dengan adanya swab antigen yang hasilnya lebih cepat dibanding test PCR memang kebanyakan sekarang rumah sakit dalam melakukan pemeriksaan menggunakan swab antigen. Di rumah sakit di wilayah Kota Jayapura juga sudah banyak yang memiliki alat dalam melakukan pelayanan swab antigen, termasuk di klinik-klinik kesehatan, sehingga ini mempermudah dalam mengetahui yang bersangkutan terinveksi virus corona atau tidak.

   Wawali berharap, walaupun saat ini sudah ada alat yang mendiagnosis dengan cepat apakah warga terinfeksi virus corona atau tidak melalui Swab antigen, yang terpenting saat ini yakni bagaimana caranya masyarakat jangan kepala batu, malas tahu tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kasus warga terinfeksi Covid-19 juga terus meningkat, kasus kematian juga terus ada. Jadi intinya harus bisa mulai menjaga diri masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan.

  “Kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri dalam menjaga kesehatan dan menerapkan Prokes lalu siapa lagi, dan apakah kita tidak sayang dengan keluarga kita, lingkungan kita maupun pemerintah dan negara, mari kita tetap taati protokol kesehatan untuk menekan mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Jayapura,” tegasnya. (dil/tri)