Kerja sama dengan bulog, Polres Merauke saat menggelar  pasar murah berupa  gula  pasir  dan  tepung terigu di  dapur umum Mapolres Merauke, Jumat (29/5)   ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Polres Merauke  menggelar  pasar murah  di dapur umum Mapolres Merauke,  Jumat (29/5). Pasar murah yang  digelar  Polres Merauke ini  berkat  kerjasama dengan  pihak Bulog   Merauke.    Adapun  yang  dijual  di pasar murah  ini adalah gula  pasir dan  tepung  terigu. 

   Kapolres Merauke AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK didampingi Dandim 1707/Merauke  Letkol Inf.  Eka Ganta Chandra, SIP, menjelaskan  bahwa pasar murah ini sebagai bentuk kepedulian Polri dan TNI serta Bulog menstabilkan harga gula di masyarakat yang menjadi dampak dari pandemi Covid-19 di Kabupaten Merauke.  

  Menurutnya,   untuk gula pasir  bulog tersebut  dijual  dengan  harga Rp 12.500/kg. Sementara   di pasar   masih dengan harga  Rp 17.000/kg. Bahkan,   untuk gula pasir  curah tersebut sempat menyentuh   harga Rp 24.000/kg. Sedangkan    untuk tepung terigu  dijual dengan harga  Rp 9.000/kg. 

   Tepung terigu di pasar  masih dijual  di atas harga  Rp 10.000/kg.  Sementara   itu, Dandim Eka Ganta Chandra  berharap dengan adanya   pasar murah yang  digelar di Polres Merauke termasuk di Mako Kodim   Merauke, Pasar  Wamanggu, Kantor    Bulog,   kemudian Tanah Miring dan Kurik  harga  gula  pasir di Merauke bisa kembali   stabil.

  “Kita berharap dengan  adanya pasar  murah  seperti  ini, maka  harga  gula pasir  bisa stabil  kembali,”  harapnya. 

  Kabulog Merauke  Djabiruddin menjelaskan bahwa untuk  pasar  murah yang digelar  di Mapolres dan Makodim  Merauke tersebut  pihaknya  telah menyiapkan  1 ton gula   pasir.  Djabiruddin  juga berharap  dengan  adanya 100 ton  gula pasir  curah yang didatangkan  tersebut  harga  gula  pasir di Merauke kembali stabil.    

   Ditambahkan,  bahwa   gula  pasir 100  ton yang  didatangkan  tahap pertama   tersebut  tidak dijual   kepada  distributor  tapi langsung  kepada masyarakat  maupun lewat  mitra bulog. “Kalau ada yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET)  Rp 12.500 , segera laporkan kepada kami,’’ pintanya.  

   Kapolres  juga menambahkan bahwa dirinya juga  telah memerintahkan kepada Bhabinkamtibmas dan intelijen agar tetap laksanakan operasi pasar terutama sembako, dan apabila diketahui adanya oknum yang melakukan penimbunan atau menjual sembako dengan harga yang tidak wajar  untuk segera  laporkan dan akan ditindak sesuai perundang-undangan yang berlaku. (ulo/tri)