Menpora Zainudin Amali ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA-Operator kompetisi sepakbola Indonesi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI mengadakan pertemuan khusus dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk membahas agenda sepakbola Tanah Air, Selasa (2/2).

Pertemuan tersebut dihadiri Menpora Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita dan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno.

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku olahraga Indonesia membahas beberapa hal yakni membahas penundaan Piala Dunia U-20 dari 2021 ke Tahun 2023, lanjutan pemusatan latihan (TC) jangka panjang untuk Timnas U-19, persiapan Timnas Indonesia menuju SEA Games, juga dibicarakan terkait jalannya kompetisi 2021.

Dalam sambutannya, Menpora Zainudin Amali menyatakan, akan membantu untuk berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar izin keramaian bisa segera diturunkan.

“Kami dari Kemenpora bersama PSSI akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait izin liga. Insya Allah secepatnya, yang pasti semua harus dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,” ungkao Menpora Zainudin Amali dalam rilis resmi, Kamis (4/2).

Terkait pernyataan Menpora, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita pun merespon dengan positif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Menpora selama ini. Mudah-mudahan izin keramaian dari pihak kepolisian, bisa segera kami dapatkan,” ujar Akhmad Lukita.

Pihaknya akan segera melakukan persiapan untuk melakukan langkah-langkah konkret sebelum digelarnya kompetisi secara resmi.

Lebih lanjut, Akhmad Lukita juga menjelaskan, pihaknya akan kembali menyosialisasikan panduan protokoler kesehatan kepada semua klub Liga 1 dan Liga 2.

“Kami akan membuat sosialisasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh semua pihak. Bukan hanya materi protokoler kesehatan seperti yang diinformasikan pada medical workshop pada September 2020 lalu, tapi kami akan membuat panduan yang lebih detail dalam bentuk visual,”pungkasnya. (eri/tho)