PELANTIKAN: Ketua Dekranasda Provinsi Papua, Ny. Yulce Enembe, SH., saat melantik Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Yenni Banua, SIP., di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (31/8) kemarin. ( FOTO: Denny/Cepos)

*Yustina  Banua dan Lince Kogoya Pimpin Dekranasda Kabupaten Jayawijaya

WAMENA-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua, Ny. Yulce Enembe, SH., secara resmi melantik Ny. Yustina Yenni Banua, SIP., sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (31/8) kemarin.

Setelah dilantik sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Yenni Banua, SIP., selanjutnya melantik Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Lince Kogoya, SIP., dan pengurus lainnya.

Pelantikan pengurus ketua, wakil ketua dan pengurus Dekranasda Kabupaten Jayawijaya ini, untuk mengembangkan potensi alam dan kerajinan yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Dekranasda Provinsi Papua, Ny. Yulce Enembe, SH., menyatakan, Dekranasda dibentuk untuk mengangkat produksi lokal yang menjadi kerajinan dari Orang Asli Papua (OAP). Pihaknya menitikberatkan ke OAP agar dalam melakukan kreasi-kreasi sehingga tak ada kecemburuan yang terjadi karena faktor ekonomi.

“Dalam mengembangkan potensi yang ada di daerah, kita tidak melupakan juga yang lainnya. Kegiatan lain juga jalan, sehingga Dekranasda ini ada banyak hal. Tak hanya ketrampilan tetapi juga ada industri-industri lain. Seperti di Wamena ada kopi, buah mereh, madu dan lainnya. Untuk itu dalam perjalanannya Dekranasda akan bekerja sama dengan Dinas Nakerindag dan instan terkait,” jelasnya.

Menurut Ketua PKK Provinsi Papua ini, tahun 2021 mendatang, Papua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Dalam event olahraga empat tahunan ini diharapkan ada kerajinan-kerajinan yang bisa dibawa ke tempat pelaksanaan PON untuk menjadi souvenir bagi para tamu. Untuk itu, dirinya berharap Dekranasda Kabupaten Jayawijaya bisa mempersiapkan apa yang bisa dibawa dari Jayawijaya khususnya ketrampilan.

“Kerajinan tangan dari Pengunungan Tengah Papua yang bisa diekspos dalam pelaksanaan PON nanti. Itu banyak. Ada noken, gelang, madu dan pernak-pernik atau hasil bumi yang ada di daerah masing-masing. Artinya semua kabupaten/kota akan menampilkan kreatifitas dari masing-masing daerahnya,” tuturnya.

Untuk dukungan dari Provinsi Papua, Yulce Enembe menyebutkan, ada program yang ditawarkan untuk bekerja sama dengan Pemda Jayawijaya. Diakuinya, dari provinsi tentunya tidak bisa turun langsung, namun apabila ada hal-hal yang perlu dijadikan kerja sama, maka akan dilakukan kerja sama antara provinsi dan kabupaten.

“Kaki tangan dari provinsi ada di kabupaten dan kota. Untuk itu, kabupaten akan menjalankan sesuai dengan pembinaan. Karena pembina di daerah itu adalah bupati yang pasti akan memfasilitasi agar kegiatan bisa berjalan,” tegasnya.

Di tempat yang sama Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Yeni Banua, SIP.,  menyatakan, sebenarnya Dekranasda Kabupaten Jayawijaya ini sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu bersamaan dengan pelantikan Bupati Jayawijaya. Dimana dirinya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, melekat sebagai ketua Dekranasda dan saat ini telah disahkan.

Dengan disahkannya pengurus Dekranasda Kabupaten Jayawijaya ini, Yustina Banua ada langkah-langkah yang akan dibuat untuk terus menggali potensi kerajinan di Kabupaten Jayawijaya.

“Kerajinan dan home indusri ini menjadi target kerja dari Dekranasda Jayawijaya. Kami tidak bisa menargetkan kerajinan yang dibina, karena di Jayawijaya ini banyak sekali. Namun kami akan upayakan untuk yang bisa dilakukan,” jelasnya.

Dikatakan, di Kabupaten Jayawijaya terdapat 40 distrik. Dimana setiap distrik mempunyai 4 kelompok kerajianan tangan. Rencananya, Dekranasda Kabupaten Jayawijaya akan membina untuk sementara ini 10 kelompok untuk masing-masing distrik. Sebab Pemda Jayawijaya sudah menyampaikan akan membuat galeri.

“Kebetulan saya sebelum disahkan sebagai ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya telah membuat satu sanggar pelatihan-pelatihan. Seperti kerajinan tangan, jahit-menjahit dan masak memasak. Bahkan ibu-ibu diberikan kesempatan mengenal Iptek lewat komputer dalam sanggar itu,”bebernya.

Untuk kerajinan yang dihasilkan dari daerah, Lanjut Yustina Banua, tentunya akan diserahkan terlebih dahulu ke Provinsi Papua. Sehingga dari provinsi yang menyampaikan ke pusat dan dari pusat yang menilai apakah ini layak untuk diekspor. Sebab pengurus di tingkat pusat yang akan membawa kerajinan itu keluar negeri.

“Noken ini sudah terkenal di tingkat internasional, sehingga noken tidak asinglagi. Selain  noken, ada herpis (hiasan rambut dari anyaman) yang akan dikembangkan dan menjadi salah satu potensi di Jayawijaya,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua dalam sambutannya mengatakan, peran Dekranasda dalam pandemi Covid-19, membuat masyarakat pengrajin bangkit, mandiri dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan program prioritas visi dan misi Kabupaten Jayawijaya yang menitikberatkan pada kebangkitan sektor perekonomian dari kampung ke kota.

“Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas hasil olahan masyarakat orang asli Papua, terlebih khusus kerajinan yang diharapkan mampu menembus pasar regional dan internasional,”ujarnya.

Ia mengharapkan, jajaran OPD dan Ketua Dekranasda bisa membantu Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Bupati Jhon Banua berharap bukan nama yang tercantum dalam SK, tetapi pengurus harus lebih fokus ke kampung bekerja untuk ke kota.

“Jangan tinggal di kota. Kalau hanya tinggal di kota pasti tidak tahu apa yang terjadi di kampung.Bupati dan wakil bupati lebih senang ke kampong. Jadi kepala OPD dan pengurus Dekranasda yang telah dilantik bisa bersama turun ke kampung melihat masyarakat, dengan kerajinan tangan yang ada dapat membuka salah satu pasar ekonomi untuk masyarakat,” pungkasnya.(jo/nat)