Cristian Sohilait ( FOTO: Dok/cepos)

JAYAPURA – Proyek badan usaha milik Negara atau (BUMN) yang melakukan pekerja pembangunan infrastruktur dalam pelaksanaan PON diharapkan dapat mengizinkan dan melibatkan mahasiswa Papua yang berada ada di setiap kampus dengan mengizinkan mereka mengikuti praktek didalam proyek tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Aset Daerah, Cristian Sohilait mengungkapkan bahwa setiap perusahaan BUMN yang melakukan pekerjaan proyek dengan skala nasional maupun lokal wajib melibatkan mahasiswa melakukan praktek kuliah lapangan tanpa ada larangan.

 Hal ini disampaikan kepala dinas karena menurutnya selama ini banyak perusahaan BUMN yang masuk ke Papua dengan berbagai pembangunan tetapi ketika mahasiswa melakukan praktek di setiap perusahaan tersebut mereka tidak pernah dilibatkan.

 “Selama ini saya lihat banyak proyek-proyek yang datang dari APBD seperti pelaksanaan Pon hari ini Mereka bekerja dengan konstruksi skala besar namun tidak memberi ruang anak-anak Papua melakukan praktek belajar di tempat tersebut karena ada beberapa kampus yang mengeluhkan siswanya tidak diberikan izin dan dipersulit untuk melakukan praktek di perusahaan BUMN tersebut,” katanya.

 Ia menegaskan terkait hal ini akan menjadi agenda yang akan dirinya sampaikan kepada ada pemerintahan pusat melalui kementerian terkait sehingga mereka jangan mempersulit mahasiswa, tetapi mereka dapat belajar dengan bebas di setiap perusahaan BUMN yang melakukan pembangunan infrastruktur dan lainnya.

 “Kita di sini punya mahasiswa Teknik Sipil atau teknik geologi yang ada di kampus di Papua mereka ini kesulitan untuk melakukan praktek di perusahaan BUMN seperti pembangunan venue PON maka terkait hal ini dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan Kementerian terkait untuk membicarakan hal ini jangan persulit mahasiswa untuk belajar,” katanya.

  Pria yang juga sebagai ketua alumni Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) itu mengatakan, civitas akademika perguruan tinggi juga mengeluhkan hal yang sama. 

 Di tempat terpisah,  Purek III USTJ Isak Rumbarar mengatakan, ada beberapa mahasiswa di kampusnya saat ingin melakukan praktek di beberapa venue PON pada saat ini kadang mereka ditolak dan tidak diberikan akses untuk melakukan praktek . 

 “Kasihan mahasiswa kami mereka ingin praktek di beberapa venue PON yang sementara dibangun saat ini tetapi tidak ada akses kadang mereka ditolak dan mereka beralasan harus ke kantor pusat di Jakarta dan sebagainya Menurut kami ini seharusnya tidak perlu dilakukan tapi bagaimana peningkatan SDM itu diutamakan dengan mengizinkan mahasiswa kami melakukan praktek untuk pelajaran teknologi pembangunan,” katanya penuh harap. (oel/wen)