MERAUKE- Keluarga  para korban keganasan   Kelompok Kriminal Bersenjata  (KKB) yang menewaskan 4 orang pekerja bangunan di Kabupaten Yahukimo, beberapa hari  menuntut aparat penengak hukum segera menangkap para pelaku untuk diproses hukum lebih lanjut sesuai dengan perbuatan mereka.

Sebab, para pelaku telah menghilangkan nyawa dari   keempat korban, yang membuat istri dan anak harus kehilangan orang yang dicintainya. Apalagi, para korban merupakan tulang punggung dalam menafkahi keluarga para korban. 

“Kami meminta agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Suwardi, adik kandung dari korban Sudarto, saat menunggu jenazah ketiga  korban kebrutalan dari KKB di Kargo Bandara Mopah Merauke,  Sabtu (26/6). 

Suwardi  menjelaskan bahwa kakaknya  berangkat bersama dengan 3 warga Jagebob lainnya dari Jagebob 9 untuk melanjutkan  pembangunan rumah seorang kepala suku di Yahukimo sekira 3 minggu lalu. 

“Kalau kakak saya, dari Kampung Angger Permegi, Jagebob I. Dia sendiri  dari Kampung Angger Permegi, sementara 3 orang lainnya dari Jagebob 9,” ungkapnya.

Suwardi menjelaskan bahwa tidak ada firasat maupun tanda-tanda  yang dialami keluarga, saat korban berangkat menuju Yahukimo.  Namun  peristiwa meninggalnya keluarga mereka diperoleh melalui info kejadian Merauke. “Pertama kita  mendapat informasi  dari info kejadian Merauke. Kemudian  kita cros cek dan ternyata benar kejadian yang menimpa saudara kami tersebut,’’ jelasnya. 

Untuk itu, atas nama keluarga ketiga korban, Suwardi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu evakuasi  jenasah sampai ke Merauke. “Atas nama keluarga, kami menyampaikan terima kasih baik kepada TNI dan Polri,  Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Merauke dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu pemulangan jenazah kakak kami,” tutunya. 

Adapun jenazah   ketiga  korban penembakan itu, Sudarto (45), Sufaidin (40) dan Suardi (60)  tiba di Bandara Mopah Merauke sekira pukul 12.00 WIT dengan Lion Air. 

Selanjutnya  jenazah diturunkan kemudian dibawa  menggunakan tiga ambulans ke rumah  mereka masing-masing untuk dimakamkan. “Jenazah dibawa ke rumah masing-masing untuk disemayamkan beberapa saat setelah  itu dilakukan pemakaman,” tambah Suwardi.

Adapun empat jenazah korban penembakan KKB di Kampung Bingki Distrik  Seradala Kabupaten Yahukimo akhirnya berhasil dievakuasi. 

Proses evakuasi menggunakan tiga heli dan jenazah langsung diterbangkan ke kampung halaman. “Untuk jenazah sudah  berhasil dievakuasi menggunakan 3 heli. Dari empat jenazah, tiga jenaah dibawa ke Merauke dan 1 jenazah dimakamkan di Yahukimo karena keluarganya di Yahukimo. Lalu korban luka  tembak di paha kiri dilarikan ke RS Bhayangkara, sudah di Bhayangkara sore kemarin,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Mustofa Kamal menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Pantai Holtekam, Sabtu (25/6).

 Di sini Polda Papua juga membantah soal informasi ratusan orang disandera. Karena menurut Kamal  sejatinya ada beberapa pekerja lain di sekitar lokasi dengan jumlah sekira 50 orang yang bekerja jembatan dan ada juga yang melakukan perbaikan rumah yang mengevakuasi diri dengan meninggalkan lokasi kampung. 

Para korban ini sendiri menurut Kamal sedang membuat rumah kepala suku disana. Lalu dari kejadian ini kepala suku dan beberapa warga membawa korban yang tertembak di paha untuk meninggalkan kampungnya untuk melakukan evakuasi.  

 “Namun dari 50-an orang ini sudah 39 orang sampai ke Yahukimo dan  yang belum sedang dalam perjalanan namun masih  mengamankan diri di satu titik dan tadi kami sudah komunikasi dengan TNI semoga bisa segera dievakuasi tapi mereka dalam kondisi baik meski kelelahan,” tambahnya. 

Sementara untuk sopir truk sendiri dalam keadaan baik dan sudah berada di Yahukimo. Polda sendiri tengah menelusuri apakah ada warga yang mengamakan diri ke daerah perbatasan kabupaten lain. “Kami belum mendapati laporan apakah ada yang melarikan diri ke perbatasan karena lokasi Distrik Seradala ini memang bersebelahan dengan Kabupaten Asmat dan Boven Digoel termasuk Pegunungan Bintang,” sambung Kamal.

 Untuk motifnya hingga kemarin Polisi belum mengetahui pastinya, apakah karena kebencian KKB dengan pembangunan yang dilakukan para pekerja atau motif lain. “Masih kami dalami,” tuturnya. 

Selain itu, Polisi menyebut dari kelompok ini terlihat ada dua senjata api dan diduga senjata inilah yang dirampas oleh pelaku di Kali Brasa tak jauh dari Bandara Nop Goliath Yahukimo dua bulan lalu.  “Ia dugaan kami seperti itu, ini senjata yang kemarin dirampas,” bebernya.

Ditambahkan, saat ini personel gabungan TNI – Polri  masih melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Tendius Gwijangge alias tendinus Murib. “Tim yang berada di lapangan masih mencari pelaku. Situasi Kabupaten Yahukimo hingga saat ini kondusif,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa kejadian penembakan tersebut terjadi pada Kamis (24/6) di  Kampung Bingki  Kabupaten Yahukimo yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Tendius Gwijangge alias Tendinus Murib. (ulo/ade/fia/nat)