EVAKUASI: Korban penembakan Manus Murib (16) saat dievakuasi menggunakan pesawat Sam Air PK – SMH dari Bandara Aminggaru Ilaga ke Bandara Mozes Kilangin, Timika, Sabtu (21/11). (FOTO: Istimewa)

JAYAPURA-Pasca dugaan tertembaknya dua pelajar yakni Atanius Murib dan Manus Murib di daerah Gome Utara, Kabupaten Puncak pada Jumat (20/11) lalu, Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban.
Kapolres Saragih mengatakan, pertemuan keluarga korban dengan aparat keamanan untuk meminta jaminan keamanan proses evakuasi terhadap Atanius Murib (16) Pelajar SMA 1 Ilaga Warga Kampung Gome, yang hingga saat ini masih berada di TKP.
“Dalam proses evakuasi nanti, jika memang ada dugaan mayat akan dibawa ke Ilaga. Evakuasi direncanakan menggunakan helikopter,” ungkap Kapolres Saragih kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Senin (23/11).
Terkait dengan adanya tiga korban lain yang tertembak sebagaimana diklaim pihak keluarga, Saragih mengatakan hal itu sebatas informasi. Sebab hingga kemarin belum ada warga yang datang melapor ke Kantor Polisi terkait dengan kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke Puskesmas.
“Dari keterangan korban yang selamat bernama Manus Murib (16), saat kejadian mereka hanya dua orang. Dimana satu yang dinyatakan meninggal,” jelasnya.
“Sekda dan kepala distrik telah meminta agar 3 korban tersebut dibawa ke Ilaga, namun hingga saat ini tidak dibawa dan tidak ada laporan ke Polisi,” sambungnya.
Dikatakan, Manus Murib saat ini masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Timika. Saat ini sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk mengetahui apakah korban luka tembak atau tidak.
“Sampai saat ini hanya pengakuan korban kalau mereka ditembak, belum ada saksi lain yang menguatkan,” terangnya.
Kondisi Manus Murib pelajar SMK 1 Gome, Warga Kampung Gome mulai membaik. Korban mendapatkan pendampingan dari anggota Polres Puncak.
Secara terpisah Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, pelaku penembakan sebagaimana data yang dimiliki Kogabwilhan diduga KKSB.
“Kalau pihak keluarga mengatakan pelakunya TNI, maka ada tim investigasi yang mengecek kebenarannya. Nanti tim investigasi yang membuktikan itu di lapangan,” kata Suriastwa.
Diakuinya bahwa saat ini sedang terjadi perang opini yang diciptakan oleh kelompok tertentu seakan-akan TNI yang melakukan penembakan. “Sekarang masyarakat sudah digalang oleh KKSB mana yang merah putih mana yang tidak. Kita tidak tahu,” pungkasnya.(fia/nat)