Tiga pemain Persipura, Israel Wamiau, Ricardo Salampessy dan Donny Monim usai menghadapi PSIS Semarang di laga perdana Shopee Liga 1 di Stadion Klabat Manado, 1 Maret. ( foto: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Klub asal pulau Papua selalu menghiasi pentas sepakbola tertinggi tanah air. Papua sempat mendominasi dengan hadirnya deretan klub hebat seperti, Persiwa Wamena, Persidafon, Perseru Serui, Persiram Raja Ampat dan Persipura Jayapura.

Tapi hanya Persipura Jayapura yang dianggap paling sukses dan tetap eksis sampai saat ini. Alasan sponsor yang membuat tim berjuluk Mutiara Hitam itu tetap bertahan di kancah tertinggi sepakbola tanah air.

Sementara tim asal pulau Papua lainnya, seperti Perseru Serui dan Persiram Raja Ampat memilih merger. Sementara Persidafon dan Persiwa Wamena harus tereliminasi.

Dan yang paling unik dari lima klub diatas ialah jersey home mereka. Meski memiliki warna jersey berbeda, tapi semua jersey memiliki strip hitam yang sama.

Persipura Jayapura memiliki jersery merah strip hitam, Persiwa Wamena hijau strip hitam, Persidafon Dafonsoro putih strip hitam, Persiram Raja Ampat bru strip hitam dan Perseru Serui strip oranye strip hitam.

Mantan pemain Persipura Jayapura era 70 an, Benny Jensenem menjelaskan, warna merah dan hitam merupakan dua warna yang telah melekat di dalam tubuh masyarakat Papua.

Menurutnya, warna merah hitam merupakan dua warna yang melekat pada ukiran-ukiran yang terletak pada moncong perahu masyarakat Papua, dimana masyarakat Papua khususnya bagian pesisir menggunakan perahu sebagai mata pencaharian dan urusan adat.

“Merah dan hitam itu ekspresi dari budaya mengukir, kebanyakan ukiran kita di pantai, atau di perahu-perahu kala itu dua warna itu dominan,” ujarnya.

Selain menjadi bagian dari budaya, warna hitam juga memiliki arti spirit dalam kehidupan masyarakat Papua, khususnya bagi tim asal pulau Papua.

“Warna hitam ini kekukuhan, kegagahan dan daya tahan. Tapi untuk Persipura, Merah hitam ini juga simbol harga diri masyarakat Papua serta simbol sportivitas dalam pertandingan. Dan saya kira, semua tim Papua yang menggunakan strip hitam memiliki arti yang sama,” tandasnya. (eri/gin).