*Sembilan Kasus Positif Dikonfirmasi di Dinas Kesehatan Provinsi Papua

JAYAPURA-Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengonfirmasi penambahan sebanyak 39 kasus positif baru, Jumat (14/8).

Penambahan kasus positif baru tersebut berasal dari Kota Jayapura 29 kasus, 5 kasus di Kabupaten Merauke, 4 kasus di Mimika, dan 1 kasus di Kabupaten Jayapura.

Selain itu, kasus sembuh juga bertambah sebanyak 36 kasus, di antaranya dari Mimika dengan 5 kasus, Kabupaten Jayapura dengan 2 kasus, Jayawijaya dengan 1 kasus, dan Kota Jayapura yang paling signifikan penambahan kasus sembuhnya dengan 28 kasus.

“Dengan berat hati kami sampaikan malam ini (kemarin) bahwa terdapat tambahan satu kasus meninggal dunia yang sebenarnya pasiennya sudah meninggal sejak 8 Agustus. Namun, baru kami laporkan karena hasilnya baru bisa terkonfirmasi dalam 2 hari belakangan ini,” ujar dr. Silwanus Sumule, Jumat (14/8) kemarin.

“Adalah Ny. T berusia 57 tahun yang didiagnosis Covid-19 dengan penyakit penyerta kencing manis. Pasien sempat beberapa kali dilaporkan dirawat di beberapa rumah sakit mitra, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit Pemprov Papua,” tambahnya.

Dengan kabar duka tersebut, atas nama Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Sumule menyampaikan bela sungkawa yang terdalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan  memberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Seperti diketahui, secara kumulatif, kasus positif telah mencapai 3.273 kasus di Papua, yakni 1.240 kasus di antaranya masih dalam perawatan, 1.997 kasus sembuh, dan 36 kasus meniggal dunia. Kontak erat sebanyak 2.802 kasus, suspek dengan 722 kasus, dan pemeriksaan PCR/TCM mencapai 33.988 sampel.

Secara khusus, dr. Sumule menyampaikan bahwa ditemukannya kasus positif di OPD di lingkungan Pemprov Papua. Secara akumulatif, dr. Sumule memperkirakan bahwa tidak lebih dari 15 pegawai yang dinyatakan positif Covid-19  di lingkungan Pemprov Papua. Ini tidak termasuk pegawai di RS milik Pemprov.

“Salah satunya di Dinas Kesehatan Provinsi Papua di mana beberapa pegawai positif Covid-19. Ada 9 pegawai dan kami putuskan untuk swab seluruh pegawai di kantor. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, pemeriksaannya tuntas untuk semua pegawai Dinkes,” terangnya.

“Dengan adanya petugas di Dinkes Papua yang positif, kami melakukan penutupan terbatas pelayanan dan penyemprotan disinfektan di kantor. Penutupan bersifat terbatas karena tidak mungkin dilakukan penutupan total Dinas Kesehatan Provinsi Papua, sementara kita juga memastikan pelayanan kesehatan di seluruh Papua berjalan, sehingga pelayanan kita dibatasi,” sambungnya.

Dengan kasus positif yang tidak terlalu banyak di lingkungan Pemprov Papua, maka dr. Sumule menyebutkan bahwa tidak bisa disebut klaster.

“Kasusnya tidak banyak, tapi perlu diambil langkah-langkah. Tidak boleh juga dikatakan sebagai klaster karena kasusnya tidak banyak. Tetapi tindakan preventif sudah dilakukan, di mana seluruh kepala OPD di Pemprov telah melakukan pemeriksaan swab dan hasilnya negatif. Sedangkan ada beberapa OPD yang pegawainya positif maka inisiatif kepala OPD untuk melakukan pemeriksaan swab terharap seluruh pegawainya, sebagaimana dilakukan di Dinkes Papua,” tambahnya.

Kata dr. Sumule, hal ini dapat menjadi catatan bagi seluruh OPD, tidak hanya di Pemprov Papua, melainkan pula di pemkab/kota, serta instansi swasta maupun vertikal lainnya, untuk selalu memastikan bahwa seluruh pegawainya dalam kondisi sehat.

“Bagi pemkab/kota, jikalau swab dilakukan secara masif di perkantoran, tapi sulit dalam pemeriksaan karena terbatasnya kapasitas pemeriksaan TCM di daerah, maka dapat mengirimkan sampelnya untuk diperiksa di Jayapura,” pungkasnya. (gr/nat)