Warga Distik Asotipo saat memadati halaman RSUD Wamena untuk mengambil jenazah salah seorang anggota DPRP Papua, Jumat (16/10)  (FOTO: Denny/Cepos

WAMENA- Tim Gugus Covid -19 Jayawijaya memastikan dalam penanganan virus Corona maporkan adanya satu pasien yang dirawat beberapa waktu lalu yang meninggal duniakini telah meninggal dunia
Ini merupakan kasus kematian pertama Covid -19 di Jayawijaya. Pasien yang meninggal dunia ini merupakan anggota DPRP Papua.
Ironisnya, karena almarhum merupakan seorang tokoh hingga masyarakat tak terima dengan kematiannya hingga ingin mengambil jenazah untuk dimakamkan.
Dari pantauan awak media, sejak Jumat (16/7) pagi halaman RSUD Wamena dipenuhi owarga yang ingin mengambil jenazah tersebut.
Dari pihak RSUD Wamena sendiri enggan untuk mengeluarkan jenazah lantaran ratusan warga yang memadati halaman RSUD Wamena tak mengikuti protokol kesehatan atau tak menggunakan masker. Untuk itu, aparat gabunganTNI-Polri langsung disiagakan di depan RSUD Wamena untuk mengamankan situasi agar warga tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan mereka.
Ketua Tim Penanganan Covid-19 Jayawijaya Jhon Richard Banua menyebutkan jika pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan keluarga pasien untuk melakukan pemakaman secara protokol Covid -19 dan itu telah disetujui.
“Semula keluarga tak mau dimakamkan di pemakaman khusus Covid -19 yang disiapkan pemerintah dan memilih untuk dimakamkan di kampungnya Distrik Asotipo,”ungkap Jhon Banua yang juga Bupati Jayawijaya, Jumat (16/10).
Jhon Banua juga menyatakan ini merupakan kasus kematian pertama karena Covid -19 di Wamena. Dimana pasien yang meninggal dunia ini merupakan salah seorang yakni anggota Legislatif Provinsi Papua. Oleh karena itu pihaknya mengikuti keinginan keluarga yang meminta jenazah pasien dimakamkan di kampung dengan syarat tetap harus mengikuti protokol Covid -19.
” Syarat yang kami ajukan disetujui keluarga, sehingga jenazah pasien dari RSUD Wamena langsung dibawa ke tempat pemakaman yang disiapkan khusus oleh pihak keluarga,”ujarnya.
Bupati Jayawijaya juga memastikan kematian pasirn ini tak hanya disebabkan karena covid-19 semata. Pasien juga menderita penyakit bawaan yang membuat ia kehilangan oksigen dalam tubuh dan meninggal dunia.
“Petugas kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Dari Covid -19 hingga sakit bawaan seperti gula darah yang tinggi membuat pasien ini kehilangan oksigen meski sudah dipasangkan ventilator namun nyawanya tak tertolong,” jelasnya.
Ia juga menyatakan jika pemakaman sesuai protokol Covid akan dilakukan dibawah pengamanan aparat gabungan TNI-Polri agar keluarga dan warga kampung tetap menjaga jarak dan tak mencoba membuka peti jenazah.(jo/nat)