PATROLI : Kapolres Yahukimo AKBP Benny Adi Prabowo saat berpatroli dengans ejumlah anggotanya di Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, Kamis (13/8). (FOTO: Polres Yahukimo for Cepos)

JAYAPURA- Kapolres Yahukimo AKBP Benny Adi Prabowo memastikan penganiayaan yang mengakibatkan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo Henry Jovinski (24) meninggal dunia pelakunya adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Kami sudah mengantongi identitas pelaku, tim sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ucap Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (13/8).

Kapolres juga membantah informasi bahwa satu pelaku pembunuhan Hendry Jovinsky telah ditangkap pada Rabu (12/8). “Belum ada pelaku yang diamankan,” tegasnya.

Dikatakan, pihaknya telah memeriksa dua saksi dalam kasus ini, yakni Kenan Muhi dan Carolina Pahabol. Kenan adalah rekan pegawai KPUD Yahukimo yang  menyaksikan kedua pelaku membunuh Hendry. Sementara Carolina adalah istri dari Kenan. “Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara, sudah tergambar pola aksi kedua pelaku untuk menghabisi Hendry,” jelasnya.

Sebagaimana kronologis kejadian bermula ketika Hendry bersama Kenan Mohi menggunakan sepeda motor dalam perjalanan ke Deikai  sekira pukul 14.00 WIT. Korban yang dibonceng baru saja membawa obat untuk istri Kenan Mohi bernama Carolina Pahabol yang sedang sakit saat itu. Tiba-tiba mereka dihadang kedua pelaku saat melewati Jalan Gunung.  

Para pelaku kemudian sempat menanyakan kartu identitas korban dan langsung menikamnya dengan senjata tajam di sejumlah bagian tubuh.  Korban ditikam sebanyak tiga kali i punggung dan satu kali di dada. Leher korban juga disayat oleh para pelaku.  Kedua pelaku langsung kabur ke hutan setelah melakukan aksinya. “Situasi di Yahukimo hingga saat ini landai dan aman, belum ada akses dari kejadian kemarin tidak ada reaksi dari masyarakat,” ucapnya. (fia/nat)