AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum 

Tegaskan Laporan AD Terkait Gelar Bupati Romanus Sudah Dihentikan   

MERAUKE-Kapolres Merauke  AKBP Ir Untung Sangaji, M.Hum menegaskan bahwa  laporan  yang disampaikan oleh AD kepada Polres Merauke terkait dengan gelar yang disandang oleh bupati Merauke  Drs Romanus Mbaraka, MT, sudah dihentikan atau di-SP3-kan. 

    “Untuk laporan dari AD tersebut sudah kita hentikan atau SP3. Jangan paksakan perdata ke pidana. Sudah cukup sampai disitu dan harus taat kepada kita,” kata Kapolres Merauke Untung Sangaji kepada wartawan di Mapolres Merauke, Kamis (22/4).

    Menurut Kapolres bahwa  terkait dengan gelar yang dipersoalkan oleh AD tersebut pihaknya sudah melakukan penyelidikan  dengan mengirim penyidik ke tempat-tempat dimana terlapor  sekolah saat itu. 

   “Jadi apa yang dilaporkan oleh AD itu cukup sampai di situ. Dan dia (AD) harus taat pada aturan kita. Jangan mengarang-ngarang. Kalau misalnya ada kesalahan administrasi, jangan maksakan perdata ke pidana. Bisa saja misalnya mereka tulis Untung punya nama US menjadi Ahmad Untung Suryanata, masih ada S1 di belakang Sangaji. Itu kesalahan sedikit di belakang tidak apa-apa. Jangan didramatisir berlebihan,’’ kata Kapolres.   

   Anehnya, kata Kapolres, keduanya pernah bersahabat dan dekat. “Tapi kenapa bisa begitu. Saya pernah bilang  ke dia (AD), saat ada  gelar. Bahwa Pak Allo kan teman baik, kalau ada apa-apa serahkan kepada kita. Kita yang melakukan semua tugas kita. Penyelidikan, penyidikan. Apapaun yang  kita lakukan atas apa yang dilaporkan, jangan khawatir.  Pasti ada ujungnya. Tapi, ketika  ujungnya sudah memenuhi syarat sebagai S1 dan S2 ya sudah. Jangan dipaksa lagi. Kalau dipaksa  itu hoax namanya,’’ tandasnya.

   Menurut Kapolres, bahwa tinggal gelar perkara atas laporan balik dari  Bupati Merauke Romanus Mbaraka terhadap AD.  ‘’Nanti tuntutan balik dari pak Romanus kepada dia (AD) ini yang kita tidak tahu. kan bahaya itu. Misalnya beliau (Romanus Mbaraka) tidak terima. Tapi, saya bisa mediasi kasus ini dengan baik. Tapi, kalau tidak bisa lagi dimediasi apalagi yang bersangkutan (AD) sudah ngomong dimana-mana itu kan hoax,” terangnya. 

   Kapolres mengakui jika pihaknya ikut dilaporkan AD ke Mabes Polri. “Kita dilaporkan   yang dianggap tidak sanggup melaksanakan tugas. Padahal kita punya penyidik sudah jalan  ke mana-mana saat itu. Hanya, memang saat mau ke Manado, ada satu yang kena Covid, sehingga dari 3 orang yang mau jalan saat itu terpaksa tunda sampai penyidik yang kena Covid tersebut  sembuh baru bisa ke Manado.”ungkapnya. 

   “Dia itu kebiasaan. Masih ada saya, koordinasi belum dilaksanakan surat sudah kemana-mana. Menjadi polisi sendiri, terkesan paling benar di dunia ini,” tandas Kapolres  Untung Sangaji. (ulo/tri)