Kolonel Inf Muhammad Aidi

JAYAPURA- Segala upaya dilakukan Kodam XVII/Cenderawasih  dalam melakukan pencarian terhadap helikopter Penerbad MI 17 Noreg HA 5138 yang lost contack sejak Jumat (28/6). Dia antaranya aoa di jajaran TNI hingga ritual upacara adat bakar batu yang dilakukan di Kabupaten Pegunungan Bintang Pada Jumat (12/7) lalu. Namun, hingga saat ini helicopter yang memuat sebanyak 12 orang itu belum juga menemukan tanda-tanda keberadaanya.

Kodam XVII/Cenderawasih sendiri hingga saat ini belum belum memiliki deadline kapan harus dihentikan proses pencarian helicokter yang lost contak saat terbang dari Oksbil menuju Bandara Sentani.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, yang menjadi targetnya saat ini yakni pesawat harus ditemukan dan belum ada wacana untuk menghentikan pencarian.

“Kita berharap dalam waktu dekat pesawat segera ditemukan. Belum ada rencana menghentikan pencarian bahkan kita akan berupaya memberdayakan semua potensi yang ada,” ucap Aidi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (14/7) kemarin.

Dikatakan, untuk pencarian Minggu (14/7), dilakukan melalui  udara dengan mengerahkan tiga unit pesawat. Antara lain helikopter Bell TNI-AD HA-5177 yang melaksanakan pencarian 2 kali penerbangan dari Bandara Oksibil menuju Kampung Mangabib, pegunungan Botak, Kampung Kobibkop, Distrik Oksebang dan Distrik Oksop.

Helikopter tipe AS 350 B3E PK-DAP milik perusahaan sipil dalam mendukung upaya pencarian melaksanakan penerbangan menuju wilayah Diatrik Oskop dan Distri Okhaom. Sedangkan Pesawat CN A-2907 milik TNI-AD melaksanakan misi flight supporting berangkat dari Sentani Jayapura menuju Oksibil dgn membawa dukungan  BBM (avtur), logistik dan Alkom.

Sementara itu tim SAR gabungan yang melaksanakan pencarian melalui jalur darat melanjutkan pergerakan ke Distrik Okhaom kompleks. “Meskipun hingga saat ini belum ditemukan adanya tanda-tanda positif keberadaan pesawat tersebut, tetapi upaya pencarian akan terus dilaksanakan. Belum ditentukan dead line sampai kapan pelaksanaan pencarian tersebut dilaksanakan. Target kami bahwa sasaran akan ditemukan dalam kondisi apapun,” papar Aidi.

Upaya keras dilaksanakan dengan mengerahkan segala potensi yang dimiliki, demikian pula doa dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Kusa juga senantiasa dipanjatkan. (fia/nat)