JAYAPURA – Aksi protes massa  di Kabupaten Mamberamo Raya buntut pengumuman hasil perekrutan CPNS  yang tidak puas tak hanya membakar kantor BKD tetapi ada kantor lain yakni kantor KPUD yang ikut terkena imbas.

Meski tak ada kaitannya dengan CPNS namun massa ketika itu datang bergerombol dan merusak kantor tersebut. Tak hanya itu, informasi yang diperoleh menyebut jika ada bentuk penjarahan yang dilakukan para pelaku.

PENGAMANAN: Seorang anggota Polisi dengan  senjata lengkap melakukan pengamanan di kantor KPUD Mamberamo Yara usai dirusak oleh massa pekan kemarin.  KPU meminta kasus ini diusut karena ada bentuk penjarahan dan pengancaman. ( FOTO: Mikha for Cepos)

Kantor KPU yang berada di Kasonaweja ternyata tak lepas dari amuk massa. Dan buntut dari aksi pengrusakan ini KPU Papua minta pihak kepolisian untuk mengawal keberadaan kantor KPU Mamberamo Raya sekaligus mengungkap para pelakunya. “Ada beberapa ruangan yang dirusak kaca – kaca juga dipecahkan,” kata Pelaksanaan Tugas Sekretariat KPU Mamberamo Raya, Mikha Sraun, Jumat malam (28/8) pekan kemarin.

Massa ketika itu menurut cerita Mikha, awalnya hanya melintas namun diduga ada yang memprovokasi akhirnya massa juga masuk ke halaman kantor kemudian melakukan pengrusakan.

Massa kebanyakan melempar dan mengobrak-abrik kantor sehingga beberapa perabotan termasuk inventaris kantor rusak. Cerita ini dimulai ketika massa berkumpul di Kasonaweja, kemudian berjalan berputar kearah kantor KPU dengan tujuan ke kearah pelabuhan untuk menyeberang ke Burmeso. Namun saat melewati kantor KPU ternyata ada beberapa oknum massa yang berteriak agar KPU tidak boleh menerima berkas salah seorang pasangan bakal calon.

“Nah di situlah massa terlihat terpancing dan langsung melempar kantor.  Ada juga yang masuk dengan paksa dan dan membongkar bebarapa ruangan isi kantor,” katanya.

Untungnya kata Mikha, pihaknya akan memastikan jika proses pendaftaran para 4 September nanti tidak akan mengalami kendala.  “Soal agenda Pemilu kami harus memastikan bahwa semua bisa tetap berjalan sesuai agenda. Dari pengrusakan ini  ternyata ada juga yang menjarah barang milik staf KPU termasuk melakukan pengancaman. Ini uga yang kami minta diusut,” pungkasnya.

Sementara komisioner KPU Papua, Adam Arisoy mengaku kecewa  dengan aksi ini. Karena sejatinya KPUD tak ada kaitan dengan hasil pengumaman CPNS. Iapun meminta aparat keamanan untuk menyelidiki kasus ini dan mengungkap para pelaku.(ade/nat)