Diduga Akibat Tidak Puas dengan Pengumuman Hasil tes CPNS

JAYAPURA– Hasil tes CPNS Kabupaten Mamberamo Raya yang diumumkan melalui Website berbuntut pada pembakaran Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Membramo Raya, Jumat (28/8). Dimana pengrusakan dan pembakaran tersebut dilakukan oleh massa sekitar 500 orang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, kejadian tersebut berawal sejak Kamis (27/8) dimana panitia membaca hasil CPNS melalui Website. Beberapa warga yang namanya tidak tercantum tidak puas and berkeinginan akan meminta kejelasan kepada pihak BKD Mamberamo Raya.

Puncaknya, kata Kamal, pada Jumat (28/8) massa datang dari Kasonaweja dengan membawa alat tajam berupa busur, panah, tombak, dan benda-benda tajam lainnya ke Burmeso, dengan menggunakan Speedbboat .

“Disepanjang jalan massa melakukan pengerusakan terhadap ruang tunggu Bandara Kasonaweja dan melempar kaca kantor KPU,” terang Kamal kepada wartawan di Mapolda Papua.

Lanjut Kamal, setelah tiba di Burmeso massa mulai berjalan kaki ke kantor BKD Kabupaten Mamberamo Raya. Dalam perjalanan massa juga membakar kantor Dukcapil, namun api berhasil dipadamkan oleh anggota. “Ketika tiba di Kantor BKD Mamberamo Raya, massa langsung melakukan pembakaran lalu kembali tempat mereka masing-masing,” jelas Kamal.

Menurutnya, pembakaran tersebut diduga karena kekecewaan terhadap hasil CPNS yang diumumkan melalui website Pemda Mamberamo Raya. Pasalnya, usai melampiaskan kemarahan mereka langsung pulang. “Kapolres sempat melerai kemarahan warga, namun tidak berhasil. Karena massa yang datang disana sekitar ratusan orang,” jelas Kamal.

Dilain sisi, lanjut Kamal, sebelumnya pihak penyelenggara juga tidak memberikan informasi kepada anggota yang ada di Mamberamo tentang proses pengumumann yang akan disampaikan. Anggota mengetahui hal ini ketika ada mobilisasi massa yang bergerak dari beberapa titik di Mamberamo Raya.

“Hingga saat ini belum ada yang kami amankan terkait pembakaran tersebut, sebab situasi masih memanas. Kapolres sudah mengimbau untuk tidak melakukan pengerusakan fasilitas lainnya,” kata Kamal.

Untuk situasi Mamberamo Raya sendiri pasca pembakaran tersebut mulai kondusif. Namun untuk kantor-kantor pemerintahan dijaga oleh TNI-polri. Hal ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Kami tidak mau kecolongan lagi, sehingga perkantoran kini dijaga TNI-Polri,” pungkasnya. (fia)