Tampak Kampung Nelayan Hamadi yang kini sudah dihibahkan di Pemkot Jayapura dan akan dikelola untuk obyek wisata, di Distrik Jayapura Selatan. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kampung Nelayanan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, kini telah dihibahkan Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, kepada Pemerintah Kota Jayapura.  Dimana, Pemerintah Kota Jayapura akan mengelola Kampung Nelayan Hamadi untuk dijadikan salah satu objek pariwisata di Kota Jayapura, sehingga bisa memberikan kontribusi Penerimaan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkot Jayapura.Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Jayapura diberikan tanggung jawab dalam mengelola Kampung Nelayan Hamadi.    
  Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias B.Mano, S.Par.,MKP., mengatakan,  Kampung Nelayan Hamadi rencananya akan dilakukan penataan, terkait penyediaan fasilitas sarana dan prasarana (Sarpras) seperti menambah fasilitas tempat duduk, area taman, fasilitas MCK, tempat sampah dan pengangkutan sampah.    
   Di sana juga akan dimanfaatkan untuk tempat pelaksanaan festival kecil-kecilan, pesta rakyat yang bisa digelar di sana, terus pengaturan tambahan adanya kuliner tempat penjualan souvenir, supaya masyarakat puas saat berkunjung di sana.

   ‘’Karena saat ini objek Kampung Nelayan Hamadi baru sebatas orang datang untuk berfoto-foto, namun pengelolaan yang bisa menghasilkan PAD sampai sekarang belum,’’ungkap Kadis Pariwisata Matis kepada wartawan Cenderawasih Pos, Rabu (5/2)kemarin. 
 Diakui targetnya saat ini, menurutnya yang penting sekarang bagaimana menyiapkan Sarpras dulu, terkait dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan fasilitas penyediaan tempat makan, minum, tempat sampah dan lainnya. 
  Diakui, untuk memenuhi fasilitas dan Sarpras tentu harus ada dana yang disipakan, dan saat ini memang anggaranya belum ada dalam di DPA Dinas Pariwisata, namun pihaknya berusaha semaksimal mungkin akan mengusahakan dengan bekerjasama dengan masyarakat, termasuk dengan komunitas dan para sponsor, untuk bisa memberikan kontribusi dan sumbangsihnya.

 Dan nantinya jika sudah berjalan, pihaknya juga mencoba memasukkan anggaran di anggaran perubahan dan nantinya diusulkan untuk menjadi program tetap Pemkot dalam pengelolaan kampung Nelayan Hamadi.       “Kita tata dengan sebaik mungkin supaya bisa permanen sehingga pengunjung bisa puas,’’tandasnya.(dil)