Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat turun melihat lokasi kebakaran di Pasar Youtefa, kemarin.

*Wakil Wali Kota Bingung Tak Ada Aktivitas Namun Ada Api

JAYAPURA-Belum genap satu bulan, kasus kebakaran di Pasar Youtefa terjadi dan menghanguskan lapak pakaian cakar bongkar, kini kasus serupa kembali terjadi. Hanya dalam waktu 14 hari setelah kasus kebakaran sebelumnya, kali ini si jago merah membakar lapak campuran baik penjual sepatu, pakaian hingga elektronik. 

Namun jika melihat dari wilayah hukumnya, hingga kini tercatat sudah 6 kali kasus kebakaran di wilayah hukum Polsek Abepura.

Terkait kasus kebakaran Rabu (14/4) kemarin, Kapolsek Abepura, AKP Clift Gerald Duwith melalui Kanit Reskrim, Iptu Nunut Simanjuntak mengungkapkan bahwa kejadian ini pertama kali diketahui sekira pukul 05.30 WIT. Dimana piket SKPK menerima laporan via HT (handy talky) dari Patmor IV bahwa telah terjadi kebakaran di Pasar Youtefa, Distrik Abepura Kota Jayapura tepat di Blok B los sepatu,elektronik dan pakaian.

Dikatakan, saksi bernama  Piter Sapa (43) yang bekerja sebagai penjaga pasar  melakukan patroli dan melihat adanya sumber api dari bawah bangunan di  salah satu Kios pada Los Blok B. 

Saat itu juga saksi meminta pertolongan dan menghubungi pihak kepolisian serta petugas pemadam kebakaran via telepon. Saksi sempat berupaya memadamkan api namun karena api semakin besar akhirnya tak bisa dipadamkan hingga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

 Tak lama satu unit mobil water canon juga tiba di lokasi dan membantu mobil pemadam kebakaran yang sudah tiba lebih dulu. Hingga pukul 07.45 WIT barulah api berhasil dipadamkan. 

Tercatat dari kebakaran kali ini membakar 22 kios dengan kerugian miliaran rupiah. “Saksi hanya menyebut bahwa ada api yang muncul dari bagian lantai dan tak lama api membesar dan tak bisa lagi dipadamkan secara perorangan. Hingga beberapa unit mobil dampak datang barulah api bisa dipadamkan,” kata Ipda Nunut, usai kejadian. 

Pihaknya sendiri belum bisa memastikan penyebab kebakaran ini meski dugaan sementara akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting. “Masih kami selidiki,” katanya. 

Sementara Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP. Handry Bawilling menyampaikan sebanyak tiga orang saksi telah dimintai keterangan terkait terbakarnya puluhan kios di Pasar Youtefa, kemarin.

Adapun tiga orang saksi yang dimintai keterangannya sementara yakni, security Pasar Youtefa serta dua warga yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Penyebab kebakaran belum bisa kami pastikan, sedang dalam proses penyelidikan anggota di lapangan,” ucap mantan Kapolsek Jayapura Utara ini saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Lanjut Handry Bawilling Kapolsek, kendati belum bisa memastikan penyebab utama kebakaran puluhan kios tersebut, namun dari keterangan para saksi menyebut kebakaran dari arah dalam.

“Saksi menyebut tiba-tiba melihat asap dari dalam, tak lama kemudian api membesar. Kita sedang mengumpulkan keterangan yang nantinya akan kami gelar untuk mengetahui penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Secara terpisah, Plh. Kepala Pasar Yotefa, Nursiyati menyampaikan bahwa awal mula api ada yang menyebut api muncul dari tanah namun ia sendiri tak bisa memastikan. “Ada yang bilang api dari lantai, apakah korslet atau tidak, saya belum tahu,” katanya. 

 Ia membenarkan jika ini kebakaran kedua dengan kurun waktu belum satu bulan. “Kemarin waktu pertama saya menjabat, tanggal 30 itu ada kebakaran tapi di los sebelah. Kami sendiri sudah beberapa kali mengingatkan pedagang untuk berhati – hati dengan kabel atau aliran listrik tapi masih saya terjadi kebakaran,” katanya. 

Sementara Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., langsung meninjau lokasi dan berdiskusi dengan para korban kebakaran. 

 Hanya di sini Rustan Saru mengaku bingung karena jika dilihat dari waktu kejadian, jam segitu belum ada aktivitas pasar. “Ini yang kami juga heran, kok tidak ada orang tapi bisa ada api. Kami tidak tahu apa penyebabnya,  karenanya kami meminta Polisi menyelidiki,” jelasnya. 

“Kami prihatin atas kebakaran yang terjadi di Pasar Youtefa Lama. Kami dapat informasi ada 22 kios dan lapak yang terbakar, mulai dari pedagang sepatu, pakaian, elektronik, hingga pedagang buah yang menjadi korban,” sambungnya.

Rustan Saru mengaku prihatin. Pasalnya dua minggu lalu pasar ini terbakar, dan sekarang terbakar lagi. “Ini butuh perhatian kita bersama untuk berikan sosialisasi kepada pedagang untuk selalu waspada, sehingga peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Pemkot Jayapura menurutnya sedang melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pedagang yang menjadi korban, baik nama atau identitas lengkap, serta surat kepemilikan kios dan lapak.

Rustan Saru menambahkan, dalam dua atau tiga hari ke depan pihaknya membersihkan puing-puing, agar pedagang bisa kembali berjualan. Apalagi, dalam puasa Ramadan ini, pedagang tentunya sangat butuh perhatian pemerintah, agar bisa kembali berjualan.

“Kami minta pedagang kita yang menjadi korban tetap bersabar karena ini musibah, ini cobaan. Tetap hati-hati, mencegah jangan sampai terjadi kebakaran terulang lagi seperti ini,” pungkasnya. 

Terkait kebakaran ini, pedagang juga meminta agar lokasi kebakaran bisa segera dipolice line. “Ia belum ada police line akhirnya orang keluar masuk,” jelas salah satu pedagang yang terus memantau lokasi kebakaran. (ade/fia/gr/dil/nat)