Pelaku penikaman terhadap adik kandung berinisial BD saat diamankan anggota polisi, Sabtu (1/2). ( FOTO: Humas polres for cepos)

SENTANI-Seorang pria dilaporkan meninggal dunia di Kampung Endokisi Kantumilena, Distrik Yokari, Kabupaten  Jayapura. Sabtu, (1/2), malam. Kematian pria yang  bernama Markus Demetouw itu terjadi diduga tak kuasa  menyaksikan duel maut kedua anaknya yang menggunakan senjata tajam.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kapolsek Depapre Ipda Usriyanto, SE saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kasus perkelahian yang melibatkan dua pemuda yang merupakan kakak beradik hingga menyebabkan ayah  mereka meninggal dunia.

“Benar ada kasus perkelahihan kakak beradik di Distrik Yokari,” kata Ipda Usriyanto, Senin (3/2).

Dia menjelaskan, kasus meninggalnya Markus Demetouw diduga tidak kuat saat menyaksikan kedua anaknya, kakak beradik berkelahi yang berujung adanya aksi penikaman oleh sang kakak berinisial BD (32) terhadap adiknya,   SD (18) menggunakan sangkur.

“Akibat dari pertengkaran tersebut, SD (18) mengalami luka tikam pada paha dan dada sebelah kanan, sang ayah Markus Demetouw yang melihat perkelahian tersebut akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.

Lanjut dia, awal mula kejadian itu  sang kakak BD (32) yang juga pelaku penikaman pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, kemudian lanjut meminum minuman keras bersama dua temannya di dalam rumah. Saat BD (32) keluar rumah kemudian bertemu dengan adiknya SD (18), saat itulah terjadi pertengkaran mulut antara keduanya. Tidak sampai di situ, keduanya berlanjut pada perkelahian hingga sang kakak BD (32) mencabut pisau sangkur yang diselip di pinggangnya kemudian menikam adik hingga mengenai paha dan dada sebelah kanan.

“Markus Demetouw yang melihat kedua anaknya (kakak adik) berkelahi tiba – tiba jatuh, saat itu warga Kampung Kantumilena langsung mengamankan sang kakak BD (32) ke Mapolsek Depapre,”jelasnya.

Selanjutnya, warga  mengevakuasi keduanya ke RS Yowari. Namun naas, saat tiba di RS Yowari, nyawa  Markus Demetouw sudah dinyatakan meninggal dunia. Dia menambahkan, sesaat setelah kejadian itu, pelaku penikaman sempat diamankan di Polres Jayapura. Namun berdasarkan permintaan dari keluarga untuk tidak melanjutkan kasus itu sehingga polisi membebaskan pelaku.

“Sementara sang adik SD (18) mendapatkan perawatan intensif di RS Yowari,  sang ayah Markus Demetouw rencananya sore ini akan dimakamkan di Kampung Endokisi  Kantumilena Distrik Yokari,”pungkasnya.(roy/tho)