Juga Lounching Bank Darah Kabupaten Keerom

KEEROMSebagai kado ulang tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76 tahun, Bupati Keerom yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., didampingi Wakil Bupati Keerom, Wahfir Kosasih, SH., MH., M.Si., meresmikan markas PMI Kabupaten Keerom. 

Dalam kesempatan itu Bupati Piter Gusbager juga melaunching Bank Darah Kabupaten Keerom, Jumat (17/9).

Usai meresmikan Markas PMI dan melaunching Bank Darah Kabupaten Keerom, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan HUT PMI ke 76 tahun diwarnai pemasangan dan meniup lilin serta memotong kue ulang tahun yang dilakukan Bupati Piter Gusbager dan dibagikan kepada wakil bupati dan wakil ketua I DPRD Kabupaten Keerom.

Tak hanya itu, Bupati dan Wakil Bupati Keerom bersama perwakilan DPRD Kabupaten Keerom, unsur pimpinan TNI-Polri memotong dan melepaskan balon ke udara sebagai bentuk ungkapan syukur terhadap ulang tahun PMI ke-76 tahun dilakukan di halaman Markas PMI Kabupaten Jayapura.

Bupati Piter Gusbager mengungkapkan bahwa hari ulang tahun adalah momen bersejarah. Apalagi PMI merupakan perhimpunan kemanusiaan nasional yang bergerak dalam karya-karya kemanusiaan. 

Oleh karena itu, dalam momentum yang bersejarah ini di Kabupaten Keerom, pihaknya meresmikan Markas PMI Kabupaten Keerom yang bertempat di Jalan Trans-Papua Kabupaten Keerom yang dibangun di atas lahan hampir setengah hektar.

“Tempat ini akan menjadi pusat kegiatan seluruh aktivitas PMI Kabupaten Keerom 1X24 jam. Ini semua akan  kita lakukan untuk melaksanakan tugas-tugas kepalangmerahan,” ungkapnya.

Gusbager menjelaskan, saat ini sudah dua tahun sejak kepemimpinan dirinya selaku Ketua PMI Kabupaten Keerom, terhitung sejak tahun 2019 hingga 2021. PMI Keerom menurutnya terus bekerja dan ada beberapa pelatihan yang sudah dikerjakan untuk mendorong anak-anak muda terlibat sebagai relawan PMI.

“Pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Provinsi Papua, di antaranyapertolongan pertama terhadap kecelakaan, kemudian pengoperasian ambulance dan pelatihan untuk operasional transfusi darah. Kita akan lakukan,” jelasnya.

Di sela-sela peresmian maskas PMI Kabupaten Keerom, kata Gusbager pihaknya juga melaunching Bank Darah Kabupaten Keerom di sebelah RSUD Kwaingga, Swakarsa. Saat ini sudah sekira 70 persen (70%) pekerjaannya dan sedang menuju finaliasi.

“Bank Darah ini akan kita operasikan mulai tahun depan dengan fasilitas lengkap. Sehingga masyarakat Keerom bisa melakukan transfusi darah di Kabupaten Keerom,” tandasnya. 

Gusbager berharap, ada ketersediaan anggaran atau dana yang kontinyu atau seterusnya untuk kebutuhan darah bagi masyarakat Keerom. Dalam masa kepemimpinanya selaku Bupati Keerom dan Ketua PMI, Gusbager mendorong hadirnya Bank Darah di Kabupaten Keerom.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak untuk mari kita mendukung kehadiran Bank Darah bagi masyarakat Keerom,” pintanya.

Lebih lanjut Gusbager menyampaikan, pihaknya juga sudah mendeklarasi para relawan PMI, sehingga kedepan pihaknya akan merekrut semua relawan yang ada di Kabupaten Keerom. Terutama anak-anak muda untuk melibatkan diri dalam kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial kemasyarakatan yang sangat berarti di masa-masa kini terutama di masa Pandemi Covid-19.

“Kita membutuhkan kerja-kerja nyata dari anak-anak muda. Apalagi kita berada di wilayah perbatasan. Selain PMI berkontribusi di bidang kemanusiaan, tetapi PMI sebagai ketahanan di wilayah perbatasan RI-PNG,” tutupnya. 

Sementara itu, Ketua Harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degei menyampaikan selamat HUT PMI yang ke-76 bagi seluruh masyarakat kemanusiaan yang ada di Papua, khususnya kepada ketua dan pengurus PMI di Kabupaten Keerom.

“Kami sangat bangga karena di momen HUT PMI di Kabupaten Keerom, Pemda telah menghibahkan aset Pemda Keerom kepada PMI Kabupaten Keerom, Karena itu akan menjadi aset PMI Provinsi Papua dan akan kami laporkan kepada Yuruf Kalla selaku Ketua Umum PMI di Indonesia,” ucapnya.

Zakius Degei atas nama PMI Provinsi Papua, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Keerom melalui Bupati Keerom yang telah menghibahkan aset dan gedung menjadi markas PMI Kabupaten Keerom. “Ini aset yang sangat baik, terbesar di seluruh tanah Papua, setelah markas PMI Provinsi Papua,” katanya.

Pihaknya juga akan mendukung kerja-kerja kemanusiaan di Kabupaten Keerom. Terutama menyiapkan pengelolaan di Markas PMI Kabupaten Keerom. Pihaknya juga akan mendorong supaya dibangun gudang regional PMI di wilayah Papua.

“Di Keerom kita akan jadikan gudang regional Provinsi Papua dan Papua Barat, sehingga semua bantuan dan aset-aset PMI akan disimpan di Kabupaten Keerom. Kami sudah lihat tempatnya bagus, sehingga mudah-mudahan kerja sama dengan PMI Kabupaten Keerom kita bisa membangun salah satu aset penting yaitu gedung. Karena kita di Provinsi Papua sangat besar,” ujarnya.

Dia berharap, Ketua PMI Kabupaten Keerom segera menyiapkan surat-surat, sehingga dilaporkan kepada PMI Provinsi Papua dan selanjutnya didorong ke PMI Pusat, untuk pembangunan gudang regional PMI khususnya di kawasan tanah Papua untuk dua provinsi, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat. (bet/nat)