SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada kenaikan tiket pesawat dari dan ke Kabupaten Paniai seharga Rp 3-4 juta sekali terbang.

Bupati Paniai, Meki Nawipa menabuh tifa tanda diresmikanya program  Paiting semester II kerjasama dengan yayasan Pelayanan Antarbudaya Papua di Sentani, Senin (6/7). (FOTO: Robert Cepos)

   “Kami mau sampaikan bahwa, harga tiket pesawat perintis yang melayani Yahukimo tidak mahal seperti  yang disampaikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F. Ronsumbre melalui sambungan telepon, Senin (6/7).

   Dia mengatakan, saat ini harga tiket pesawat Perintis dari Yahukimo menuju Jayapura maupun sebaliknya, sebesar Rp 900 ribu per penumpang. Bahkan layanan penerbangan pertama sudah dilakukan sejak tanggal 4 Juli 2020 kemarin, meski begitu semua penumpang yang mengikuti penerbangan itu sudah diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

   Dia menjelaskan terkait dengan adanya pernyataan di media yang mengatakan bahwa ada kenaikan tiket pesawat dari Yahukimo dan sebaliknya yang mencapai jutaan rupiah itu sebenarnya bukan pesawat komersil. Tapi itu penerbangan misi yang mana pesawat tersebut dicarter oleh pihak-pihak tertentu sehingga harga yang disepakati bisa mencapai jutaan rupiah.

    “Memang ada penerbangan misi sebelumnya, Advent, MAF, AMA yang memang bukan rute komersil yang biasanya. Jadi mereka kebetulan masuk Yahukimo. Soal harga tiket naik itu sebenarnya kesepakatan antara mereka, istilahnya mereka carter,” jelasnya. (roy/tri)