CEK PASAR: Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., didampingi Kadis Perindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert LN.Awi, ST. MT., saat meninjau Pasar Entrop, Distrik Jayapura Selatan belum lama ini. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kabar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa mulai hari ni, pasar di Kota Jayapura ditutup dibantah Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM. Informasi di media sosial tersebut merupakan berita hoax. 

“Pasar di Kota Jayapura tetap buka seperti biasa. Jadi kalau ada informasi yang beredar di media sosial pasar ditutup, itu adalah hoax atau berita bohong,” ungkapnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Senin (23/3). 

 Dijelaskan, sampai saat ini belum ada instruksi Wali Kota Jayapura untuk menutup pasar dan supermarket. Aktivitas usaha yang ditutup sementara menurut Rustan Saru yaitu tempat hiburan yang mulai ditutup hingga 17 April mendatang dalam upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19.

“Yang ditutup sementara tempat hiburan malam seperti bar dan tempat karaoke. Tempat hiburan lain seperti tempat spa, tempat pijit, bioskop, gedung acara pernikahan dan termpat rekreasi ditutup sementara termasuk gedung acara pernikahan. Adapun Ormas, paguyuban sosial budaya untuk tidak melakukan pertemuan dan Pemkot Jayapura juga meminta kepada lintas pemimpin agama seperti MUI jika memang dalam menghindari Covid-19 di Kota Jayapura dalam pertemuan tabliq akbar atau salat Jumat juga memang kalau sudah tidak bisa dilakukan di masjid ya diumumkan juga,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi, ST.,MT., juga membantah adanya infor yang menyebutkan pasar akan ditutup. Robert Awi menegaskan bahwa pasar dan supermarket tetap buka dan tidak ada yang ditutup. 

Untuk itu, Selasa (24/3) hari ini, pihaknya akan turun ke Pasar Sentral Hamadi dan Pasar Youtefa Abepura untuk melakukan Sidak. Serta memberikan arahan kepada semua pedagang di pasar untuk tetap berjualan normal.

“Karena belum ada instruksi wali kota. Selain itu, masyarakat diminta agar tidak panik dan berbelanja dengan cara memborong. Dipastikan selama dilakukan sosial distancing semua kebutuhan bahan pokok di Kota Jayapura tetap aman. Karena terus dilakukan pemantauan di lapangan baik dengan stok dan harganya,” ujarnya.  

Robert Awi menegaskan, apabila ada oknum distributor atau pedagang dengan sengaja menimbun atau menaikkan harga, tetap diproses secara hukum. “Penyebar hoax diminta kepada aparat kepolisian untuk bisa mengusutnya berikan sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.(dil/nat)