Pelatih, pemain dan official Persipura saat memberikan apresiasi kepada pendukung Persipura yang memadati Stadion Klabat, Manado, Provinsi Sulwesi Utara, Minggu (1/3).  ( FOTO: Erik/Cepos)

JAYAPURA – Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago membeberkan senjata jitu benamkan PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada laga perdana Shopee Liga 1 2020 di Stadion Klabat Manado, Minggu (1/3). 

Pada babak pertama, tim Mutiara Hitam sulit mengembangkan permainan terbaik mereka. Bahkan PSIS beberapa kali mengancam gawang mereka. Sepanjang 45 menit babak pertama, aliran bola dari lini tengah tim Mutiara Hitam yang dikawal oleh Thiago Amaral dan Takuya Matsunaga kurang agresif. 

Namun saat masuk ruang ganti, sang juru taktik Jacksen F. Tiago menyulap timnya dibabak kedua. Alhasil Takuya Matsunaga lebih aktif melancarkan serangan dari lini tengah. 

Alhasil sang kapten Boaz Solossa sukses membuka kran golnya musim ini dan membawa Persipura unggul 1-0 berkat kerjasamanya bersama Takuya Matsunaga. 

Tak puas dengan skor 1-0, Jacksen kemudian memperdalam lini tengah mereka dengan menarik Takuya Matsunaga, Boaz Solossa dan Thiago Amaral. Masuknya Ian Kabes, Ferdinando Pahabol dan Gunansar Mandowen membuat permainan Persipura kian garang. 

Beberapa kali pemain depan Persipura, Sylvano Comvalius beberapa kali mengancam gawang PSIS Semarang yang dikawal oleh Jandia Eka Putra. 

“Terutama sektor tengah, aliran bola yang kita rencana tidak berjalan dengan baik. Sehingga saya melakukan dua pergantian di sektor tengah, supaya kita bisa hidupkan permainan kembali, memang ada beberapa persoalan dibabak pertama tapi kita diskusi sedikit di ruang ganti dan berhasil mencetak dua gol dibabak kedua,” ungkap Jacksen kepada Cenderawasih Pos, Senin (2/3). 

Pelatih asal Brasil itu juga membeberkan, bahwa minimnya laga uji coba sesama kontestan Liga 1 membuat mereka sedikit kesulitan untuk mengetahui secara rinci kekuatan timnya. Apalagi musim ini Persipura diperkuat sebanyak 9 pemain baru musim ini.

“Karena masa persiapan kita hanya menghadapi Persita dan PSS Sleman yang selevel dengan kita. Sehingga kita tidak bisa menguji sepenuhnya beberapa aspek dalam tim kita. Sehingga kesulitan itu wajar buat saya dilaga pertama,” ujarnya. 

Dirinya juga membeberkan alasan menarik sang pencetak gol pertama, Boaz Solossa. Dan memasukan Ferinando Fahabol. Menurutnya, timnya tak selamanya mengandalkan Boaz sebagai juru gedor. 

Tapi ia berharap, semua pemainnya mampu melakukan hal yang sama. Termasuk memberikan kesempatan bagi para pemain muda. Hasilnya, pergantian tersebut juga berhasil, Gunansar Mandowen menjawab melalui golnya di penghujung pertandingan berkat kerja sama Fahabol untuk membawa Persipura menang 2-0.

“Tidak ada yang meragukan kualitas Boaz,  namun itu membuktikan bahwa ada pemain lain yang bisa melakukan h lebih selain Boaz. Kita butuh orbitkan pemain lain, makanya saya sebagai pelatih memberikan ruang seluas luasnya kepada pemain lain untuk membuktikan kemampuannya,” jelasnya. 

Jacksen menambahkan, bahwa dirinya juga akan kembali melihat vidio pertandingan untuk mengetahui secara keseluruhan mengenai kelemahan timnya dilaga pertama. Serta menjadi modal bagi Persipura saat bertandang ke markas Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1.

“Saya punya staf pelatih, kami akan duduk bersama untuk menonton kembali video pertandingan melakukan analisa apa yang harus kita lakukan, kemauan kita terapkan dalam, yang jelas ada evaluasi,” tandasnya. (eri/nat)