Ketua Tim gugus percepatan penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua.

WAMENA-Ketua Tim gugus percepatan penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui jumlah pasien yang terpapar Covid -19 di Jayawijaya kian bertambah. Dimana hingga kini telah mencapai 49 pasien yang dirawat, namun sebelumnya jumlah  pada awal  Desember ini sempat meningkat hingga 54 orang, yang disebabkan dari warga yang baru masuk ke Wamena.

   “Memang ada enam orang yang sembuh, tetapi ada kasus baru dua per hari ini. Kami tim gugus berusaha bagaimana penanganan Covid  ini supaya benar-benar tidak tersebar ke mana-mana, apalagi kita jaga jangan sampai tersebar ke tingkat distrik apalagi kampung-kampung, ini yang kita antisipasi terus.” ungkapnya Selasa (8/12) kemarin.

   Menurutnya, selama ini orang-orang masuk harus benar-benar melakukan karantina mandiri 14 hari. Ini sangat penting, karena  dilihat beberapa kasus ini dengan karantina mandiri 14, setelah kembali diperiksa lagi, itu terdapat beberapa kasus baru dari situ.   “Teman-teman medis bekerja cukup keras untuk menangani hal itu, tempat isolasi kita dua yaitu RSUD maupun di Bethesda, sehingga kami ingin warga yang baru datang tetap melakukan karantina mandiri 14 hari barulah diperisa lagi sebab ada warga yang usai dikarantina dan diperiksa positif covid -19,” jelasnya.

  Ia menyatakan meskipun tempat isolasi di Jayawijaya terbatas , namun sampai sekarang pasien masih tetap bisa melakukan isolasi sampai dengan kesembuhan, dalam penanganan juga  belum ada kekurangan obat mapun APD, pemerintah masih tetap konsisten dengan teman-teman medis yang melakukan tugas.

  “Saya juga minta kesadaran masyarakat sendiri untuk menjaga diri, keluar rumah pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. kita tidak bisa salahkan pemerintah atau tenaga medis karena pemerintah sudah imbauan terus tetapi kesadaran masyarakat kita, terutama orang yang masuk keluar ini yang perlu kita jaga karena imbauan kita banyak yang tidak ikuti.”bebernya

  Dikatakan seperti habis perjalanan minimal 14 hari karantina, ini banyak terjadi yang tidak lakukan seperti itu maka muncullah hasilnya positif maka kontak-kontaknya ikut semua menjadi pasien yang positif. Oleh karena itu pemerintah tetap menjaga lonjakan penumpang masuk Desember ini.

   “Kami pemerintah tetap berkoodinasi dengan petugas kita yang ada di Posko Sentani karena mereka  penanganan dengan adanya flight cukup banyak, ini kita resikonya pasti akan menambah tenaga medis di Posko Sentani.”tutup Jhon Banua. (jo/tri)