Adolf FT Simanjuntak ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat (WP2B) Adolf FT Simanjuntak mengungkapkan, jumlah investor di Provinsi Papua pada posisi Bulan Desember 2020 sebanyak 18.396 investor atau mengalami pertumbuhan (growth) sebesar 55, 6 persen.

   Sedangkan untuk kepemilikan saham di Papua sudah sebesar Rp 616, 8 miliar atau meningkat 35, 96 persen. Tahun 2020 memang untuk pasar modal terkait jumlah investor mengalami pertumbuhan, termasuk kepemilikan saham.

Diharapkan pada tahun 2021 ini pertumbuhan pasar modal baik itu investor maupun kepemilikan saham di Papua bisa terus meningkat, seiring dengan adanya vaksinasi Covid-19 dan Kamtibmas di Papua yang semakin terjaga dengan baik serta dukungan dari pelaksanaan PON XX Tahun 2021.

Dijelaskan, jumlah investor secara nasional 3.813.131 dengan pertumbuhan 58,07 persen dan kepemilikan saham secara nasional Rp 1.1871 triliun atau tumbuh 6, 28 persen, sehingga secara pertumbuhan kepemilikan saham secara prosentasi lebih tinggi di Papua.

Adolf mengakui, di tahun 2020 kepemilikan saham di Papua di tengah pandemi Covid -19 masih bisa tumbuh atau menggeliat. Apalagi dilihat dari pertumbuhan investor pasar modal khususnya di daerah yang mulai berkembang,  yakni di Kabupaten Merauke. Ini tentu menandakan masyarakat Papua sudah tahu akan pentingnya berinvestasi dalam rangka mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik dan sejahtera.(dil/ary)