David da Rocha Genuino ( foto: David for Cepos)

David da Rocha Genuino

JAYAPURA – Nama David da Rocha Genuino pasti sangat melekat dibenak ingatan masyarakat Papua, khususnya pencinta sepakbola Papua. Pria kelahiran 17 November 1980 itu merupakan salah satu legiun asing yang cukup mentereng bagi tim Persipura Jayapura.

David da Rocha menghiasi slot asing Persipura pada kompetisi tahun 2004 hingga 2009. Selama mengenakan seragam merah hitam milik Persipura dalam waktu enam tahun, pemain asal Brasil itu mencatatkan 200 penampilan dengan 135 gol.

Alhasil, pria yang kini berusia 39 tahun itu menjadi bagian sejarah Persipura. Ia pernah merakan masa emas tim berjuluk Mutiara Hitam saat menjuarai Liga Indonesia untuk pertama kalinya di tahun 2005 dan gelar juara  kedua kalinya di era ISL 2008/2009.

Sayang, musim tersebut menjadi musim terakhir gelandang bernomor punggung 6 ini bersama Persipura. Ia memutuskan hengkang dengan mencatatkan prestasi apik bersama Persipura Di musim 2010, David da Rocha memilih bergabung bersama klub divisi 3 Prancis, Union Sportive Raonnaise.

Saat dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya, David da Rocha menceritakan beberapa kenangan indah yang pernah ia ukir bersama tim Mutiara Hitam. Selain mempersembahkan 2 gelar juara untuk Persipura, ia juga kerap menciptakan gol-gol spektakuler. Menurutnya, dari total 135 gol yang ia ciptakan bagi Persipura, satu gol ke gawang Persija Jakarta pada leg pertama semifinal Copa Indonesia 2006 menjadi gol favoritnya.

Saat itu ia melakukan dribble dari tengah lapangan, lewati dua pemain Persija Jakarta, kemudian melepaskan sepakan keras kaki kirinya dari luar kotak penalti dan tak dapat dijangkau oleh penjaga gawang Persija.

Kala itu, di leg pertama Persipura ditahan imbang 1-1 Persija Jakarta. Di leg kedua David da Rocha sukses melenggang ke partai final usai menang dengan skor 2-0 (3-1). Sayangnya, di final Persipura takluk 2-0 dari Arema.

“Momen paling berkesan, ada banyak, waktu juara tahun 2005 karena menjadi juara pertama. Dan gol di semifinal copa Indonesia lawan Persija 2006. Itu gol favorit saya, gol yang saya cetak sangat indah,” ungkap David da Rocha kepada Cenderawasih Pos via teleponnya, Minggu (31/5).

Selain itu, menurut David da Rocha, budaya sepakbola masyarakat Papua yang konon memiliki kemiripan dengan budaya sepakbola Brasil membuat dirinya sangat nyaman selama memperkuat Persipura. Termasuk momen saat Persipura juara tahun 2005, dimana para punggawa Persipura diarak oleh masyarakat dari Bandara Sentani hingga Stadion Mandala Jayapura.

“Waktu itu tahun 2005 pas kita datang ke Jayapura. Saya lihat orang Jayapura senang sampai loncat dan teriak nama Persipura dan nama kita. Saya bahagia bisa bantu dengan kerja keras,” tandasnya. (eri/gin).