JAYAPURA-Sebuah testimoni terkait Covid-19 disampaikan langsung oleh Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw  melalui media sosialnya, Instagram. Dari video berdurasi 5.30 menit ini terlihat jelas Politisi NasDem ini begitu enjoy dan aktif untuk menyampaikan pesan morilnya.

Mengambil gambar di halaman rumahnya, Johny tidak seperti sedang sakit meski tetap menggunakan masker. Dalam menyampaikan testimoninya ia juga tak terlihat batuk maupun menunjukkan adanya gangguan pernafasan.

Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw

Ini menjadi testimoni kedua setelah beberapa minggu lalu ia juga mengirimkan video testimoni bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Dari video kedua ini Johny lebih berpesan untuk tidak atau jangan malu mengakui terpapar atau positif covid karena dengan pengakuan ini justru membantu menyelamatkan orang lain yang kemungkinan sempat melakukan kontak. Ini yang ia sebut saling baku sayang.

“Awal diyatakan Covid saya merasa tidak ada yang aneh dalam diri atau tubuh, semua biasa – biasa saja  karena memang tak ada perubahan fisik yang mencurigakan. Namun perlahan – lahan saya merasa sakit pada tenggorokan dan terjadi penurunan oksigen dalam darah dan kekentalan darah pada tubuh sehingga harus menggunakan   oksigen untuk membantu pernafasan,” beber Johny dalam video yang dikirim, Kamis (5/11).

Soal Covid ini ia mengingatkan untuk  tidak menganggap remeh dan serius untuk mengobati. Pasalnya Johny sejak awal hanya mengeluh biasa namun setelah diperiksa ternyata memiliki kekentalan darah yang cukup tinggi dan kekurangan oksigen dalam tubuh dan dinyatakan positif Covid.

Karenanya dengan gejala ini ia meminta siapapun yang merasa pernah melakukan kontak dengan mereka yang positif kemudian merasa kurang enak badan sebaiknya segera melakuan pemeriksaan.  “Jangan takut jika merasa tidak enak badan atau pernah kontak dengan yang positif. Bila perlu lakukan karantina yang disiapkan pemerintah maupun di rumah sendiri dengan memperhatikan betul protokol kesehatan agar tidak menularkan kepada keluarga,” bebernya.

Lalu bila akhirnya dinyatakan positif Covid maka harus berani menyampaikan kepada keluarga, sahabat dan masyarakat tentang kondisi kesehatan yang ternyata positif. Ini menurutnya menjadi satu upaya lain untuk memutuskan mata rantai.

Pasalnya ketika mengakui positif tentunya orang yang pernah melakukan kontak akan mewanti – wanti kesehatannya sendiri dan jika ada gejala bisa lebih awal ditangani. Tapi jika mengetahui positif namun diam – diam dan tidak diketahui keluarga bisa jadi satu keluarga justru terdampak termasuk orang lain yang pernah melakukan kontak. “Saya yakin jika masyarakat jujur mengakui maka angka covid bisa kita atasi. Testimoni awal saya adalah untuk mereka yang pernah kontak agar mau memeriksakan diri. Jangan malu katakan diri positif jika benar positif karena covid bisa sembuh dan saya sudah membuktikan,” pungkasnya. (ade/nat)