Suasana pembokaran barang kiriman yang masuk melalui jasa ekspedisi JNE Cabang Jayapura, Sabtu (19/9) lalu.( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Supervisor Branch Support JNE Jayapura, Faradilah Iriany Hamzah mengatakan, meski kegiatan pengiriman barang, baik yang masuk maupun yang keluar dari Jayapura belum normal, namun untuk saat ini sudah lebih baik dibandingkan 3 bulan lalu.

 “Yang masih menjadi kendala bagi kami adalah pengiriman barang untuk intra Papua, khususnya yang menggunakan pesawat maupun kapal laut. Ada sebagian yang bisa terlayani, namun ada juga yang belum bisa kami layani,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (19/9) lalu.

Diakuinya, khusus untuk barang masuk dari Jakarta, Makasar dan sebagainya ke Jayapura sudah mulai lancar, karena kegiatan operasional pesawat penumpang juga sudah mulai lancar.

 Lanjutnya, untuk tarif belum ada kenaikan dan pihaknya masih memberlakukan tarif yang sama sampai dengan saat ini.

“Kami khusus JNE belum ada kenaikan tarif pengiriman barang dan  belum ada kebijakan dari kantor pusat untuk menaikkan tarif karena sejauh ini pengiriman masih dalam kategori normal-normal saja,” tambahnya.

 Menurutnya, untuk saat ini rata-rata barang masuk ke JNE Jayapura seminggu 3.000 – 5.000 paket, yang langsung didistribusikan juga ke masing-masing konsumen, guna mencegah penumpukan barang di dalam gudang.

“Kami juga sedang menyiapkan diri menyambut Natal dan Tahun Baru yang tinggal sebentar lagi, biasanya permintaan online shop akan semakin banyak, sehingga kami mulai menyiapkan diri dari sekarang,” tambahnya.

 Faradilah  berharap  situasi bisa kembali pulih sehingga semua kegiatan masyarakat bisa kembali berjalan normal.(ana/ary)